RadarCyberNusantara.Id | Pak Presiden, dengarlah suara warga Lampung. Mereka tidak sedang meminta bangunan megah. Mereka hanya ingin tetap memiliki jalan untuk mengantarkan orang-orang tercinta menuju tempat peristirahatan terakhir.
Namun, akses menuju pemakaman warga diduga diblokir oleh PTPN IV Regional VII. Dugaan tersebut memantik keprihatinan karena persoalan sebuah jalan dapat berubah menjadi bara konflik apabila dibiarkan tanpa penjelasan dan penyelesaian.
Persoalan ini layak mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Sebab, PTPN IV PalmCo merupakan bagian dari kelompok usaha perkebunan negara, sementara Regional VII menjalankan kegiatan operasional di Lampung. Karena itu, kebijakan perusahaan bukan hanya menyangkut kepentingan bisnis, tetapi juga wajah kemanusiaan perusahaan negara di hadapan rakyat. PTPN IV PalmCo
Jangan Sampai Tangis Berubah Menjadi Amarah
Sekretaris Jenderal DPP Laskar Lampung Indonesia, Panji Padang Ratu, mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan membesar. Perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat diminta segera duduk bersama sebelum ketegangan berubah menjadi konflik terbuka.
“Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik besar dan berkepanjangan antara masyarakat dengan perusahaan. Kita tentu tidak menginginkan ada korban,” kata Panji, Selasa, 1 September 2026.
Bagi Panji, jalan menuju pemakaman bukan sekadar bentangan tanah di tengah kawasan perkebunan. Jalan itu menjadi lintasan terakhir bagi seorang anak ketika mengantarkan orang tuanya, seorang ibu ketika melepas anaknya, atau keluarga ketika mengantar kerabatnya menuju tempat peristirahatan terakhir.
Duka kehilangan sudah cukup berat. Jangan sampai keluarga yang berduka kembali dipaksa berhadapan dengan portal, larangan, dan ketidakpastian.
Kalau Sawit Dicuri, Tangkap Pelakunya—Bukan Tutup Jalan ke Makam
Panji memahami perusahaan berkewajiban menjaga aset perkebunan. Namun, jika pembatasan akses dilakukan karena kekhawatiran terhadap pencurian sawit atau gangguan keamanan, ia menilai pengamananlah yang semestinya diperkuat.
Petugas keamanan dapat ditambah. Kamera pengawas dapat dipasang. Titik rawan dapat dijaga. Jam penggunaan jalan maupun mekanisme izin bagi warga juga dapat diatur bersama.
“Kalau memang kekhawatirannya adalah pencurian sawit atau tindak kriminal lainnya, tentu yang diperkuat adalah pengamanan areal perusahaan. Jangan justru akses warga untuk memakamkan sanak keluarganya yang ditutup,” tegasnya.
Jangan sampai kesalahan segelintir orang dibayar mahal oleh seluruh masyarakat. Terlebih oleh keluarga yang sedang kehilangan orang tercinta.
Perusahaan memang harus melindungi aset. Namun, aset terbesar sebuah perusahaan negara bukan hanya tanah dan tanaman, melainkan kepercayaan rakyat.
Pemerintah Jangan Menunggu Konflik Pecah
Panji meminta pemerintah daerah dan aparat terkait segera turun ke lapangan. Informasi mengenai dugaan pemblokiran harus diverifikasi, sementara ruang dialog perlu dibuka sebelum kemarahan tumbuh di tengah masyarakat.
“Jangan menunggu masyarakat marah, jangan menunggu perusahaan merasa terancam. Sebelum itu terjadi, lebih baik semua pihak duduk bersama dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Ia mengaku memperoleh informasi mengenai persoalan tersebut dari video yang dikirimkan seorang warga. Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan agar persoalan menjadi terang dan tidak berkembang menjadi kabar liar.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan resmi dari PTPN IV Regional VII mengenai alasan maupun kondisi sebenarnya terkait akses menuju pemakaman tersebut. Perusahaan tetap harus diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab secara terbuka.
Namun, pemerintah juga tidak boleh menunggu sampai warga turun ke jalan atau terjadi benturan untuk mulai bertindak. Satu kali dialog hari ini jauh lebih berharga daripada seribu penyesalan setelah konflik terjadi.
Pak Presiden, masalah ini mungkin terlihat hanya tentang sebuah portal di Lampung. Namun, bagi warga, ini menyangkut penghormatan terakhir kepada keluarga mereka.
Negara tidak hanya harus hadir ketika proyek diresmikan dan panen dirayakan. Negara juga harus hadir ketika rakyat sedang berduka.
Portal boleh menjaga perkebunan, tetapi jangan sampai menutup jalan kemanusiaan. | Red.
Tidak ada komentar