Pertemuan Raja-Raja Seluruh Indonesia Di Kerajaan Adat Klungkung, Bali: Perkuat Persatuan, Keadilan, Dan Pelestarian Budaya Nusantara

waktu baca 3 menit
Jumat, 9 Okt 2026 16:36 41 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Pertemuan Raja-Raja Seluruh Indonesia yang diselenggarakan di lingkungan Kerajaan Adat Klungkung, Bali, menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antar kerajaan adat, memperkuat persatuan bangsa, serta mendorong pelestarian adat istiadat dan budaya Nusantara, Jum’at (09/10/2026).

Dalam semangat Indonesia Bersatu, Adil, dan Makmur, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, nilai-nilai luhur, serta keberagaman masyarakat adat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk adat dan budaya Lampung.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah tokoh adat dan perwakilan dari Provinsi Lampung yang membawa identitas serta kehormatan adat masing-masing.

Diantara tokoh yang hadir adalah, Irjen Pol(Purn) DR.H.IKE EDWIN S.H.,M.H., yang akrab disapa Dang Ike, gelar Suttan Raja Lampung dari Buay Pemuka Pangeran Ilir Way Kanan, Agus Bastian Suntan Bandakh Makhga dari Kebandaran Makhga Way Lima pesawaran, Ir.Nero koenang, gelar Suttanku Raja Ngarang Dunio dari Keratuan Pemanggilan Buay Koenang Lampung Utara, yang juga merupakan Ketua Umum DPP Laskar Lampung Indonesia, Destra Yudha SH.M.Si., Wasekjen DPP Laskar Lampung Indonesia, dan M.Gusti Saibatin dari Lamban Gedung Kuning (LGK) Bandar Lampung.

Kehadiran para tokoh perwakilan adat dari masing-masing wilayah di Lampung tersebut memenuhi undangan dari Raja Klungkung yang merupakan salah satu dari anggota persatuan Raja-Raja Nusantara.

Memperkuat Persatuan dan Identitas Adat Lampung

Kehadiran para tokoh adat Lampung dalam pertemuan tersebut mencerminkan pentingnya menjaga hubungan antarkerajaan dan komunitas adat sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Adat istiadat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang mengandung nilai-nilai kehormatan, kebersamaan, musyawarah, serta tanggung jawab untuk diwariskan kepada generasi penerus.

Bagi masyarakat Lampung, keberadaan berbagai kepaksian, keratuan, kebandakhan, dan buay merupakan bagian dari kekayaan sejarah serta tradisi yang perlu dijaga melalui pelestarian budaya, pendidikan adat, dan penguatan hubungan antargenerasi.

Pertemuan lintas kerajaan adat seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana bertukar pengalaman, memperluas silaturahmi, dan membangun kerja sama dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia.

Adat dan Budaya sebagai Perekat Bangsa

Keberagaman kerajaan dan masyarakat adat di Indonesia merupakan bagian dari identitas nasional yang perlu dihormati. Persatuan bangsa dapat terus diperkuat tanpa menghilangkan ciri khas, bahasa, tradisi, maupun nilai-nilai luhur yang hidup di setiap daerah.

Semangat Indonesia Bersatu, Adil, dan Makmur diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, serta memberikan ruang yang setara bagi masyarakat adat untuk melestarikan kebudayaannya.

Dengan demikian, pertemuan Raja-Raja Seluruh Indonesia di Kerajaan Adat Klungkung Bali, diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan p sekaligus menjaga agar warisan adat dan budaya Lampung tetap hidup, dikenal, dan dihargai di tingkat nasional. | Pnr.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

Close Welcome Bar
error: Content is protected !!