RadarCyberNusantara.Id | Halaman SMKN 3 Kotabumi, Lampung Utara, pagi ini terasa berbeda. Barisan siswa Paskibra berseragam putih berdiri rapi di bawah gapura sekolah. Di tangan mereka, baki berisi kain tapis Lampung. Bukan untuk upacara bendera, tapi untuk menyambut tamu utama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Rabu (3/6/2026).
Begitu mobil dinas berhenti, Kadisdikbud, Thomas Amirico melangkah turun. Kedatangannya langsung disambut para kepala sekolah SMA/SMK. Seorang siswa Paskibra maju membawa baki. Kain tapis diserahkan sebagai simbol penghormatan adat.
Kadis membalas dengan salam sembah, tangan dirapatkan di dada, senyum mengembang. Di sampingnya, kepsek SMKN 3 Kotabumi ikut mendampingi, mengangguk hormat.
Penyambutan singkat itu menjadi pembuka kegiatan “Sosialisasi Pencegahan Korupsi pada Satuan Pendidikan Menengah Kabupaten Lampung Utara” yang digelar SMKN 3 Kotabumi. Acara ini merupakan kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bagi para siswa, momen itu terasa istimewa. Beberapa di antaranya terlihat mengabadikan kedatangan Kadis lewat ponsel. Ada juga yang berbisik pada teman di sampingnya, kagum melihat langsung pejabat provinsi disambut dengan adat Lampung.
Pemilihan salam sembah dan tapis bukan tanpa makna. Menurut panitia, penyambutan adat sengaja dipilih untuk menanamkan nilai budaya sekaligus integritas sejak awal acara. Nilai-nilai itu sejalan dengan tema sosialisasi antikorupsi yang akan disampaikan kepada ratusan siswa SMK, SMA se-Kabupaten Lampung Utara.
“Budaya dan pendidikan itu harus jalan bareng. Kalau sejak di sekolah anak-anak diajarkan hormat pada adat dan jujur dalam bertindak, itu modal besar untuk mencegah korupsi,” ujar Aruji ketua MKKS yang ikut menyambut kedatangan Kadis.
Kegiatan sosialisasi ini ditargetkan memperkuat pemahaman siswa tentang bahaya korupsi di lingkungan pendidikan. Materi yang akan disampaikan KPK menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana sekolah, kejujuran dalam ujian, hingga keberanian melaporkan praktik tidak wajar.
Dengan pembuka yang kental budaya Lampung, SMKN 3 Kotabumi berharap pesan antikorupsi lebih mudah diterima siswa. Tapis dan salam sembah di awal acara jadi pengingat, menjaga integritas bisa dimulai dari hal sederhana, termasuk menghormati tamu dan menjunjung nilai budaya sendiri.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar