RadarCyberNusantara.Id | – Jam sibuk pagi di Simpang Tugu Payan Mas, Selasa 30/6/2026. Di tengah riuh kendaraan, ada pemandangan yang bikin hati hangat, seorang Polantas tidak sedang menilang, melainkan dengan telaten membetulkan tali helm seorang pengendara perempuan.
Itulah wajah Satlantas Polres Lampung Utara saat Gelar Gatur Rawan Pagi. Bukan cuma peluit dan tongkat, tapi juga sentuhan kepedulian. Mengurai macet iya, mengurai risiko kecelakaan juga iya.
“Helm ibu ini belum diklik, Bu. Bahaya kalau jatuh. Sini saya bantu,” ucap salah satu personel, sambil memastikan helm SNI terpasang sempurna. Sang ibu pengendara motor merah hanya bisa tersenyum malu, mengangguk, lalu melaju dengan aman.
Kasi Humas Polres Lampung Utara, IPTU Herawati, menegaskan bahwa Gatur Rawan Pagi bukan agenda seremonial. Ini adalah urat nadi pelayanan Presisi di jam-jam kritis masyarakat beraktivitas.
“Kapolres AKBP Deddy Kurniawan selalu menekankan, kehadiran polisi di jalan itu untuk tiga hal: pertama, kasih rasa aman. Kedua, kasih kelancaran. Ketiga, kasih keselamatan. Lihat foto ini. Polisi kita bukan cari pelanggaran, tapi cegah nyawa melayang,” tegas IPTU Herawati.
Menurutnya, helm SNI itu bukan aksesori. Data bicara, benturan di kepala adalah penyebab kematian tertinggi saat kecelakaan motor. Satu kali “klik” tali helm bisa jadi pembeda antara pulang dengan selamat atau pulang dengan nama.
“Makanya anggota kami turun. Di titik macet, di depan sekolah, di pasar. Sambil ngatur, sambil ngingetin. Lebih baik kami cerewet sekarang, daripada keluarga nangis kemudian,” ujarnya.
Selain memastikan helm terpasang, personel juga menyapa pengendara lain. Ingatkan surat lengkap, jangan main HP, jangan lawan arus, jangan kebut-kebutan. Semua disampaikan dengan senyum, bukan dengan bentak.
“Target kami bukan surat tilang banyak. Target kami angka laka lantas turun. Kalau masyarakat disiplin karena sadar, bukan karena takut, itu kemenangan kami,” tambah IPTU Herawati.
Gatur Rawan Pagi akan terus digelar rutin. Polres Lampung Utara berharap, budaya tertib lalu lintas ini jadi kesadaran kolektif. Karena jalan raya milik bersama, dan pulang dengan selamat adalah hak semua orang.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar