Diduga Lecehkan Sejumlah Murid SMPN, Oknum Satpam di Bandar Lampung Dipecat Pihak Sekolah

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 18:18 1 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | Satu petugas Satuan pengamanan (Satpam) sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di kota Bandar Lampung dipecat oleh pihak sekolah. Pemecatan dilakukan sekolah menindaklanjuti laporan sejumlah orang tua siswa, tentang dugaan pelecehan yang dialami anak mereka.

Satu oknum petugas keamanan yang dipecat karena diduga melakukan pelecehan terhadap puluhan murid tersebut berisinial OA.

Plt Kepala SMPN tersebut, Yanuar, mengatakan bahwa pemecatan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan wali murid yang mengaku anak-anaknya di lecehkan oleh terduga pelaku.

“Menindaklanjuti persoalan yang memang dilaporkan oleh wali murid. Ada keresahan dari wali murid terhadap isu yang katanya kurang mengenakkan bagi anak-anak,” ujar Yanuar, Senin (10/08/2026).

Ia menambahkan perbuatan yang diduga dilakukan oknum satpam itu telah menyalahi aturan sekolah dan harus diberikan tindakan yang tegas.

Yanuar menjelaskan berdasarkan pengakuan dari beberapa murid dan saksi menyatakan bahwa oknum satpam tersebut sering melakukan pelecehan terhadap para siswa tersebut.

“Jadi setelah kami mendapatkan laporan, kami menindak lanjuti dengan meminta keterangan dari diduga korban dan saksi, setelah itu kami koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan kota Bandar Lampung guna meminta petunjuk langkah yang harus diambil,” Yanuar menjelaskan.

Meski terungkap ada pelecehan berdasarkan pengakuan dua satpamnya, namun pengelola SMPN enggan melaporkan tindakan tersebut kepada polisi.

Menurut Yanuar, mereka hanya berwenang menerapkan aturan sekolah dan sesuai kontrak kerja.

“Kalau ke polisi kan ranah pidana ya, Itu bukan ranah kami lagi. Ranah kami adalah aturan dari sekolah. Ada peraturan, setiap pegawai,” terangnya.

Plt Kepala sekolah yang baru menjabat beberapa bulan di SMPN itu juga mengakui adanya informasi pelecehan telah terjadi sejak tahun lalu. Namun ia berkilah tidak menanggapi karena menunggu momen yang pas.

“Sebenarnya dari tahun lalu sudah ada informasi kalau terduga pelaku juga diduga melakukan pelecehan terhadap murid kelas delapan, namun kita menunggu momen yang pas untuk mengambil langkah dan tindakan.” Pungkasnya.

Beberapa kasus oknum satuan pengamanan (satpam) dipecat dari tempat kerjanya terjadi setelah diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap anak atau murid di lingkungan sekolah. Tindakan tegas berupa pemecatan ini umumnya diambil oleh pihak sekolah sebagai respons cepat atas laporan dari orang tua korban. | Pnr

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!