Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Perkuat Kelistrikan Pertanian Modern di Lampung

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Agu 2026 22:36 2 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Pemanfaatan listrik untuk sistem pengairan turut menopang keberhasilan panen raya percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Dari lahan percontohan seluas 100 hektare, produktivitas padi tercatat mencapai sekitar 11,4 ton per hektare.

Iklan

Menjelang Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memperkuat layanan kelistrikan bagi sektor produktif, termasuk pertanian. Di kawasan PM-AAS tersebut, PLN membangun jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air sehingga ketersediaan air bagi lahan persawahan dapat terjaga, terutama saat curah hujan menurun atau memasuki musim kemarau.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan hasil panen PM-AAS menunjukkan bahwa pemanfaatan inovasi dan teknologi berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. “Alhamdulillah, panen pilot project PM-AAS di Lampung hari ini menunjukkan hasil yang luar biasa, mencapai 11,4 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas. Ke depan, kita akan terus mendorong penerapan teknologi ini agar semakin banyak petani mendapatkan manfaat dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Rahmat saat panen raya, Kamis (20/8).

Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, menilai dukungan kelistrikan berperan penting dalam membantu petani mengalirkan air melalui sistem irigasi perpompaan. Menurut dia, keberadaan listrik juga memungkinkan pompa bantuan Kementerian Pertanian digunakan secara lebih optimal. “Dengan Program Listrik Masuk Sawah, petani akan semakin mudah menjalankan kegiatan pertanian. Kami bersama PLN dan dinas pertanian akan memetakan wilayah yang membutuhkan akses listrik agar pompa dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama saat musim kemarau,” kata Hermansyah.

Iklan Iklan

General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan listrik kini tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bagian penting dalam modernisasi pertanian. Energi listrik dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pengairan, pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian hingga proses pascapanen.

“Di lokasi PM-AAS Lampung Tengah, PLN menghadirkan jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air. Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani,” ujar Noer.

Menurut Noer, PLN siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian untuk memetakan kebutuhan listrik di kawasan pertanian lainnya. Pengembangan jaringan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani dan kondisi infrastruktur kelistrikan di setiap lokasi.

Sejauh ini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu. Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, pemanfaatan listrik di sektor pertanian diharapkan dapat memperluas penerapan teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat ketahanan pangan di Lampung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!