Kabut Asap Berbahaya Selimuti Pekanbaru, PMII: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Imbauan

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Okt 2026 14:29 15 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Kabut asap berbahaya kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisinya semakin mengkhawatirkan dan menjadi alarm serius bagi pemerintah.

Data kualitas udara Selasa (6/10/2026) pukul 06.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru menembus 298,7 µg/m³ atau kategori berbahaya. Meski sempat turun, udara Pekanbaru masih tidak aman untuk dihirup.

Akibatnya, Pemko Pekanbaru kembali meliburkan sekolah dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang PAUD hingga SMP pada 6-7 Oktober 2026.

Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai pemerintah tidak boleh hanya reaktif saat asap sudah pekat.

“PJJ dan imbauan jangan keluar rumah itu penting, tapi rakyat butuh solusi, bukan sekadar imbauan. Masyarakat butuh udara sehat, bukan pengumuman darurat tiap tahun,” tegas Gusti, Selasa (7/10/2026).

Ia menyoroti data BMKG yang menyebut asap di Riau tidak hanya dari titik panas lokal, tapi juga kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi karena angin dominan dari tenggara. Bahkan titik panas juga terdeteksi di Kota Pekanbaru.

“Ini butuh penanganan lintas wilayah. Tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Deteksi dini dan respons cepat harus diperkuat,” ujarnya.

PC PMII juga mendesak penegakan hukum yang tegas dan transparan jika ada korporasi atau oknum yang terbukti membakar lahan.

“Kita bosan setiap tahun menghirup asap yang sama dengan penanganan yang itu-itu saja. Kalau ada pelanggaran, hukum harus tegak. Jangan tebang pilih,” katanya.

PC PMII meminta Pemda bersama TNI, Polri, BPBD, DLHK, dan BMKG membuka data kualitas udara secara real-time agar masyarakat bisa mengambil langkah perlindungan diri.

“Udara bersih itu hak dasar warga yang wajib dijamin negara. Jangan sampai rakyat terus jadi korban dari persoalan yang berulang,” tutup Gusti.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

Close Welcome Bar
error: Content is protected !!