RadarCyberNusantara.Id | Pagi itu aula Polres Lampung Utara mendadak jadi ruang paling riuh selampung utara. Bukan karena apel, tapi karena 35 anak laki-laki duduk berjejer di kursi plastik, sebagian menggenggam tangan ibu, sebagian lagi pura-pura tegar sambil melirik ke arah tim medis.
Hari ini mereka jalani khitan massal gratis, rangkaian Bakti Kesehatan Polres Lampung Utara dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Ada yang datang naik motor dari Kotabumi, ada yang jalan kaki dari desa tetangga. Semua punya alasan sama, biaya khitan di klinik terlalu berat buat orang tua.
“Katanya sih cuma sebentar. Tapi deg-degan juga, Bu,” bisik seorang anak sambil meremas ujung sarung. Ibunya hanya tersenyum, mengusap kepala anaknya.
Tim medis Polres dan PMI bergerak cepat. Satu anak masuk, satu anak keluar, disambut tepuk tangan kecil dari panitia. Di pojok ruangan, ibu-ibu antri cek kesehatan gratis. Bapak-bapak duduk di kursi donor darah, lengan terbalut selang merah. Suasana lebih mirip pasar rakyat daripada kegiatan resmi kepolisian.
Khitan massal memang jadi magnet utama. Tapi Polres Lampung Utara sengaja merangkainya dengan Cek Kesehatan Gratis dan donor darah, biar manfaatnya dirasakan lebih banyak warga.
“Kami berharap, kegiatan ini bermanfaat bagi masyrakat dan makin mendekatkan Polri dengan masyrakat”, kata kapolres
Para orang tua mengaku lega. “Kalau bayar sendiri, bisa 500 ribu ke atas. Ini gratis, dilayani ramah, anak juga dapat bingkisan. Sangat meringankan kami,” kata seorang ibu yang mengantar anaknya.
Setelah selesai, 35 anak pulang dengan langkah sedikit tertatih tapi wajah sumringah. Ada yang masih meringis, tapi lebih banyak yang pamer bingkisan ke teman. Hari yang mereka takuti, berubah jadi hari yang mereka ceritakan.
Melalui Bakti Kesehatan ini, Polres Lampung Utara ingin menegaskan satu hal, Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga merawat warga. Presisi, humanis, dan dekat dengan rakyat.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar