Dari 21 Kambing, 302 Senyum: Cerita Idul Adha di Desa Surakarta

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mei 2026 19:59 25 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Pukul 08.00 WIB, halaman Masjid Baiturrahim belum ramai seperti pasar, tapi sudah penuh suara. Suara takbir pelan, suara pisau yang diasah, suara anak-anak yang bersorak saat satu ekor kambing digotong ke balok penyembelihan.

Hari ini, Idul Adha 1447 Hijriah di Desa Surakarta tidak dimulai dengan khotbah panjang. Ia dimulai dengan bau tanah basah, darah, dan semangat gotong royong yang sudah jadi kebiasaan.

Di sudut halaman, beberapa warga menahan kaki kambing di atas kayu. Di bawah pohon, satu ekor kambing sudah tergantung, menunggu dikuliti. Di sisi lain, puluhan kambing lainnya terbaring rapi, siap diproses. Tidak ada yang cuma berdiri. Bapak-bapak, pemuda, bahkan anak-anak ikut ambil bagian.

Kepala Desa Surakarta, Ekhmansyah, ada di tengah kerumunan. Tidak pakai baju dinas, tidak ada sekat. Dia sama seperti warga lain, berkeringat, berlumpur, dan ikut memastikan proses berjalan lancar.

“Semua ini murni dari warga sekitar. Tidak ada bantuan dari luar. Ini bentuk kepedulian kami sesama tetangga,” kata Kades Surakarta sambil sesekali menyeka keringat.

Setelah disembelih, kerja belum selesai. Daging dipindahkan ke terpal biru dan merah yang digelar di tanah. Di sanalah puluhan tangan bekerja cepat. Ada yang mengiris, ada yang menimbang, ada yang mencatat nama penerima. Anak-anak kecil mondar-mandir membawa air dan kantong plastik. Tidak ada yang mengeluh panas.

Ketua Panitia Kurban, Indra Gandi, menjelaskan sistem pembagian sudah disiapkan sejak sehari sebelumnya.
“302 warga dari Dusun 1 sampai Dusun 3 yang menerima. Masing-masing sekitar 1,4 kilogram. Kami usahakan merata, biar semua kebagian,” ujarnya.

Saat matahari mulai meninggi, bungkusan daging satu per satu dibawa pulang. Tidak ada keributan, tidak ada berebut. Yang ada hanya ucapan terima kasih dan senyum malu-malu dari ibu-ibu yang menerima.

“Alhamdulillah lancar. Kalau ada kurangnya, kami mohon maaf. Yang penting niatnya sudah sampai,” kata Indra Gandi sebelum kembali membantu memasukkan daging ke kantong.

Idul Adha di Masjid Baiturrahim tahun ini tidak meninggalkan foto mewah atau seremoni besar. Tapi ia meninggalkan sesuatu yang lebih kuat, bukti bahwa di Desa Surakarta, kebahagiaan masih dibagi dengan tangan sendiri. Dari 21 kambing, lahir 302 senyum yang pulang dengan langkah ringan.

Penulis : Davi rcn.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!