RadarCyberNusantara.Id | – Kondisi fisik SMPN 5 Tulang Bawang Barat memprihatinkan. Ruang kelas bocor, cat terkelupas, plafon jebol, hingga kayu penyangga atap sudah lapuk dan dikhawatirkan ambrol.
Ironisnya, bantuan rehabilitasi tak kunjung datang. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan justru saling lempar soal penyebabnya.
Waka Kurikulum SMPN 5 Tubaba, Amanah Hariyati, menegaskan bahwa administrasi sekolah tidak bermasalah.
“Kalau soal dapodik kita bagus, ga ada masalah. Yang bermasalah ini gedung ruang kelas,” terang Hariyati. Senin (13/7/2026).
Ia bahkan menyebut pembayaran di sekolahnya berjalan normal.
“Pembayaran gaji lancar, tunjangan lancar, sertifikasi lancar. Ini bukti dapodik kami bagus,” tegasnya.
Menurut Hariyati, sejak era Covid 2019, baru tahun 2023 sekolah mendapat bantuan bangunan baru untuk gedung Lab dan ruang UKS. Namun untuk ruang kelas, belum pernah tersentuh perbaikan.
“Kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Bocor, cat terkelupas, buram, plafon pada jebol, banyak kayu penyangga atap sudah buruk. Khawatir ambrol kelasnya,” ujarnya.
Senada, Waka Sarpras SMPN 5 Tubaba, Ginanjar, juga mengeluhkan kondisi fisik sekolah.
“Kondisi fisik sekolah menurutnya sangat memprihatinkan. Perlu mendapatkan rehab,” kata Ginanjar.
Ia mengaku setiap tahun selalu mengusulkan. Terakhir kali mendapat bantuan DAK pada 2018. Sampai saat ini,bahkan tahun ini sudah mengajukan usulan perbaikan dari program Revitalisasi namun belum di ACC,ungkapnya
Namun jawaban berbeda datang dari Dinas Pendidikan Tubaba.
Kabid Kebudayaan Disdik Tubaba, Badri, menyebut SMPN 5 Tubaba tidak mendapatkan bantuan Ruang Kelas Baru pada program Revitalisasi karena terkendala
Dapodiknya jelek, makanya ga dapet revitalisasi. Syarat untuk mendapatkan revitalisasi dapodik sekolah harus bagus,” kata Badri.
Pernyataan Badri ini langsung bertolak belakang dengan klaim pihak sekolah yang menyebut dapodik mereka “bagus” dan menjadi bukti dengan lancarnya pembayaran gaji dan sertifikasi.
Hingga kini, ratusan siswa SMPN 5 Tubaba masih harus belajar di ruangan yang memprihatinkan, sementara nasib usulan rehab masih menggantung akibat perbedaan data antara sekolah dan dinas.(rodi)
Dilihat: 25
Rekomendasi
Tidak ada komentar