RadarCyberNusantara.Id | Di bawah spanduk besar bertuliskan Operasi Pasar Murah Menjelang Hari Raya Idul Adha, Sekda Lampung Utara Dra. Intji Indriati, M.H. berdiri di podium. Di belakangnya terpampang gambar beras, minyak, gula, dan sapi qurban. Pesannya jelas, harga kebutuhan pokok harus tetap terkendali sebelum hari raya.
Pasar Sentral Kotabumi berubah jadi pusat operasi pasar murah. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar kegiatan ini tepat sebelum Idul Adha, saat permintaan bahan pokok biasanya melonjak. Kegiatan tersebut terlaksana pada Kamis pagi, 21 Mei 2026 lalu.
Operasi pasar murah di gelar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali.
Di balik keramaian ibu-ibu yang antre beli beras dan minyak, ada tujuan lebih besar, operasi pasar ini jadi salah satu cara Pemkab Lampung Utara menahan laju inflasi menjelang hari besar keagamaan.
Berbagai kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar, beras, gula, minyak goreng, telur, semua barang yang paling dicari warga saat mau Lebaran.
Kegiatan ini juga dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Mat Soleh, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Hendri, S.H., M.H., Kepala BPS Lampung Utara Jua Mahardika, serta perwakilan Forkopimda. Kehadiran mereka bukan cuma seremoni, ini bentuk koordinasi lintas instansi supaya distribusi barang benar-benar sampai ke masyarakat.
Dari pantauan di lokasi, pengunjung pasar terlihat antusias. Beberapa warga mengaku terbantu karena selisih harga cukup terasa dibanding toko biasa.
“Kalau begini kan lumayan, bisa hemat buat kebutuhan lain jelang Idul Adha,” celetuk salah satu pengunjung.
Pasar Sentral Kotabumi dipilih sebagai lokasi karena statusnya sebagai pasar pantauan. Artinya, pergerakan harga di sini jadi indikator inflasi daerah. Kalau harga di Pasar Sentral stabil, dampaknya biasanya terasa ke pasar-pasar lain di Lampung Utara.
Pemkab menegaskan, operasi pasar murah bukan acara satu kali. Ini bagian dari strategi jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama saat momen hari besar keagamaan yang biasanya memicu kenaikan harga.
Jadi, sementara spanduk Idul Adha sudah terpasang, Pemkab Lampung Utara berusaha memastikan warga bisa merayakannya tanpa dihantui harga sembako yang melambung. (Davi)
Tidak ada komentar