GMBI Distrik Pesawaran Soroti Anggaran Perjadin Bapenda Kabupaten Pesawaran

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 15:36 3 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Semangat efisiensi anggaran yang didengungkan pemerintah pusat seolah tak berlaku di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesawaran. Data Anggaran Swakelola 2025 menampakkan fakta menggelitik: dari total pagu Rp1,2 miliar untuk 58 paket kegiatan, sebanyak 39 paket atau senilai Rp680 juta lebih justru dikuras habis untuk pos perjalanan dinas. Angka ini setara 56 persen dari total anggaran—uang rakyat yang seharusnya berputar untuk kemajuan daerah, malah berputar di jalanan.

Di tengah deretan masalah pembangunan yang belum tuntas dan ekonomi masyarakat yang masih sulit, alokasi fantastis ini bukan sekadar pemborosan, tapi dianggap sebagai penghianatan nyata terhadap amanah publik. Publik pun berang, menyebut praktik ini sebagai bentuk nyata “menggerogoti uang rakyat” yang merugikan keuangan negara.

Menanggapi fakta terbuka ini, Ketua GMBI Distrik Pesawaran, Roziyuni, tak mau berkomentar berputar-putar. Ia menilai apa yang dilakukan Bapenda Pesawaran adalah bentuk penyalahgunaan wewenang yang sangat mencoreng nama baik pemerintahan daerah.

“Kami selaku lembaga yang ada di Pesawaran ini menilai hal ini sangat merugikan negara, terlebih lagi masyarakat kabupaten ini. Para pejabat seenaknya menghamburkan uang rakyat hanya untuk perjalanan dinas dengan jumlah yang sangat fantastis. Ini jelas-jelas memanipulasi anggaran dan mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Roziyuni dengan nada tinggi.

Bagi GMBI, angka Rp680 juta untuk perjalanan dinas adalah bukti bahwa logika efisiensi dibuang jauh-jauh. Dana yang seharusnya dipakai untuk meningkatkan pelayanan atau pembangunan, justru dikorupsi bentuk lewat pos belanja perjalanan. Oleh karena itu, lembaganya tak akan diam saja membiarkan dugaan penyimpangan ini berlalu begitu saja.

“Untuk itu, kami lembaga meminta pertanggungjawaban, bahkan akan segera mengambil tindakan tegas dengan cara melaporkan dugaan kecurangan ini ke pihak berwenang, serta mendesak dilakukan audit menyeluruh atas penggunaan seluruh anggaran di dinas ini. Kami ingin tahu ke mana saja uang itu dibawa dan untuk apa saja dihabiskan,” tegas Roziyuni.

Ditempat terpisah ketua GMBI Wilter Lampung Heri Prasojo.SH.MH menyampaikan siap mengawal serta menggerakkan diseluruh kota dan Kabupaten SE Propinsi Lampung jika memang terdapat penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya akan segera melakukan tindakan sesuai dengan pungsi dan aturan Kelembagaan.

Perintah keras ini di sampaikan kepada seluruh jajaran Kepengurusan Lembaga GMBI se Propinsi Lampung agar jangan takut takut dan ragu untuk memantau seluruh penggunaan anggaran di setiap Instansi Pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan apa pun dari pihak Bapenda Pesawaran terkait dugaan pemborosan anggaran yang mencolok ini. Redaksi tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Pers.lBudi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!