Irigasi Gantung Puluhan Miliar di Mesuji Viral, Warga: Belum Dipakai Sudah Rusak

waktu baca 2 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 23:35 2 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Proyek irigasi gantung di Desa Bandar Anom, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Lampung, mendadak jadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Bangunan yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah itu disebut warga sudah rusak berat meski belum pernah difungsikan. Sabtu (23/5/2026).

Fakta di lapangan terungkap lewat video berdurasi 2 menit 5 detik yang diunggah dan dikirimkan langsung oleh AN kepada redaksi melalui WhatsApp, Sabtu 23 Mei 2026. AN diketahui merupakan konten kreator asal Mesuji.

Dalam video tersebut, AN melakukan pengukuran langsung terhadap struktur irigasi gantung menggunakan alat ukur digital. Hasilnya mengejutkan. Bagian atas atau “topi” irigasi terukur 7,7 cm. Sementara dinding saluran hanya 3,12 cm.

“Bisa dilihat sendiri, ini ketebalannya. Apakah ini sudah sesuai standar?” ujar AN dalam video itu.

Kondisi fisik bangunan juga jauh dari layak. Di sejumlah titik, irigasi terlihat jebol, dinding keropos, dan saluran dipenuhi gulma serta puing beton. Besinya pun sudah terlihat karatan dan terbuka.

Padahal, menurut warga, proyek ini menelan anggaran puluhan miliar rupiah. “Ini bukan soal perbaikan saja. Ini soal kualitas pekerjaan. Anggarannya puluhan miliar, tapi bangunannya sudah rusak sebelum dipakai,” kata AN.

Informasi dari warga menyebut dinas terkait sudah beberapa kali turun ke lokasi. Beberapa titik bahkan disebut sudah diperbaiki. Namun warga menilai perbaikan parsial tidak menjawab persoalan utama, mutu konstruksi.

Publik mendesak Kejaksaan Tinggi Lampung, KPK, dan aparat penegak hukum lain segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Proyek tersebut dibangun menggunakan uang rakyat, pajak rakyat, yang seharusnya untuk kepentingan rakyat. Jika pekerjaan seperti ini dan ditemukan indikasi kerugian negara, pihak berwenang harus berani tegas. Ungkap faktanya ke publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun kontraktor pelaksana proyek. Publik berharap audit segera dilakukan agar publik tahu apakah spesifikasi teknis dan anggaran sudah sesuai. (Dv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!