Petaka di Parkiran Klinik Sarasati: Motor Raib, CCTV Diduga Hanya Pajangan

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Apr 2026 09:53 21 Admin Elsa

RadarCyeberNusantara. Id | Awan mendung tak hanya menggelayut di langit Ambarawa, tapi juga di hati Iis warga Kecamatan Pagelaran. Di tengah perjuangannya menemani sang istri yang terbaring sakit, pria ini harus menelan pil pahit. Sepeda motor milik keluarganya hilang di area parkir Klinik Pratama Sarasati Ambarawa, Senin siang (27/4/2026).

Insiden ini menguak tabir kelam mengenai sistem keamanan dan karut-marut pengelolaan parkir di fasilitas kesehatan tersebut.

Kronologi Kejadian
Kepada Tim Investigasi radarcybernusantara.id, Iis menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, anaknya yang baru pulang sekolah mampir ke klinik untuk menjenguk ibunya yang sudah tiga hari dirawat. Namun, saat hendak pulang, kendaraan roda dua yang menjadi tumpuan transportasi sekolah sang anak telah raib dari posisinya.

“Motor itu digunakan anak saya untuk sekolah. Dia mampir melihat ibunya yang sedang dirawat. Saya sendiri memang sedang di sini menjaga istri,” ujar Iis dengan nada bicara yang bergetar menahan kecewa.

CCTV ‘Pajangan’ dan Retribusi Tak Bertuan
Kekecewaan Iis memuncak saat mengetahui bahwa deretan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area klinik diduga kuat hanya berfungsi sebagai formalitas estetika. Saat ia meminta pihak manajemen membuka rekaman untuk melacak pelaku, jawaban yang didapat justru mengecewakan.

“Di area klinik tertempel CCTV, tetapi ternyata saat saya minta lihat rekamannya, rupanya itu hanya pajangan,” keluh Iis.

Tak hanya soal CCTV, Iis juga menyoroti praktik penarikan uang parkir yang rutin dilakukan setiap malam sebesar Rp 5.000. Baginya, ada ketidakadilan ketika pengelola parkir sigap memungut biaya, namun lepas tangan saat terjadi kehilangan. “Jangan hanya mengambil keuntungan, tapi pelaksanaannya tidak jelas,” tegasnya.

Klarifikasi Pihak Klinik
Pemilik Klinik Pratama Sarasati dilaporkan telah menemui korban untuk menyampaikan permohonan maaf. Pihak manajemen berdalih bahwa tidak berfungsinya CCTV disebabkan oleh kendala teknis.

Terkait sengketa lahan parkir, manajemen klinik menegaskan bahwa area tersebut murni dikelola oleh pihak Pekon (Desa) Ambarawa. Pihak klinik mengaku tidak menerima sepeser pun hasil retribusi parkir dan tidak memiliki wewenang atas pengelolaannya.

Menanti Respons Pemerintah Pekon
Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi telah berupaya menghubungi Kepala Pekon maupun Sekretaris Pekon Ambarawa guna meminta klarifikasi terkait tanggung jawab pengelola parkir. Namun, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil.

Iis berencana membawa kasus ini ke jalur hukum dengan melaporkannya ke pihak kepolisian. Ia berharap ada pertanggungjawaban nyata dari manajemen klinik maupun pengelola parkir demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien lainnya di masa mendatang. |RBL

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!