RadarCyberNusantara.Id | Tidak ada meja panjang berjejer, tidak ada mikrofon yang disodorkan. Hanya meja rapat biasa, beberapa kursi, dan secangkir obrolan yang mengalir santai.
Ruang DPC PWRI Lampung Utara mendadak ramai. Bukan karena aksi atau pernyataan keras. Tapi karena kedatangan tim dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Lampung Utara yang datang bukan sekadar membawa berkas verifikasi. Senin (25/5/2026).
Antoni Effendi, Kabid Ekososbud dan Ormas Kesbangpol, masuk bersama Hartamu, Danny Saputra, dan Syerli. Mereka disambut Ketua DPC PWRI Edi Santoni dan Bendahara Darwis beserta jajaran. Tidak ada jarak protokoler yang kaku. Yang ada cuma jabat tangan dan obrolan ringan sebelum masuk ke inti pertemuan.
“Ini bukan soal administrasi doang. Kami datang mau pastikan silaturahmi jalan, dan ruang kolaborasi terbuka,” ujar Antoni di sela pertemuan.
Kalimat itu yang bikin suasana berubah. Dari yang awalnya terasa seperti agenda verifikasi biasa, jadi ruang diskusi tentang bagaimana pemerintah dan wartawan bisa jaga informasi tetap sehat di Lampura.
Edi Santoni menanggapi dengan santai tapi tegas. “Kami siap bersinergi. Pers butuh pemerintah yang terbuka, pemerintah butuh pers yang berimbang. Kalau komunikasinya lancar, pembangunan juga ikut lancar,” katanya.
Di foto yang beredar, terlihat suasana pertemuan yang cair. Tim Kesbangpol duduk melingkar bersama pengurus PWRI, sesekali terlihat tertawa kecil. Tidak ada kesan interogasi. Yang terlihat justru dua pihak yang sadar, mereka butuh satu sama lain.
Setelah diskusi, sesi foto bersama jadi penutup. Barisan orang berseragam cokelat berdiri berdampingan dengan pengurus PWRI di depan banner merah “Persatuan Wartawan Republik Indonesia”. Ada yang mengacungkan jempol, ada yang mengepalkan tangan tanda semangat. Sederhana, tapi pesan nya jelas: sinergi itu dimulai dari duduk bareng dulu.
Di tengah derasnya informasi dan cepatnya isu bergulir, pertemuan seperti ini mungkin terlihat kecil. Tapi justru dari ruang-ruang kecil seperti inilah miskomunikasi bisa dipangkas, dan kepercayaan dibangun.
Kesbangpol Lampung Utara bilang, mereka ingin hubungan dengan media tetap harmonis tanpa salah paham. PWRI menjawab, mereka siap jadi mitra kritis yang membangun.
Tidak ada pidato panjang. Tidak ada seremoni berlebihan. Hanya obrolan, kopi panas, dan komitmen untuk menjaga Lampura tetap kondusif lewat informasi yang sehat.
Penulis : Davi rcn.id
Tidak ada komentar