Salat Berjamaah, Saling Maaf, Lalu Serahkan Sapi Kurban: Idul Adha di Halaman Pemkab Lampung Utara

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mei 2026 20:44 1 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Gema takbir belum benar-benar reda ketika ratusan sajadah sudah digelar rapi di atas rumput halaman Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

Rabu pagi, 27 Mei 2026, halaman kantor bupati berubah fungsi. Bukan jadi tempat rapat atau upacara formal, tapi jadi lapangan salat Idul Adha 1447 Hijriah.

Ratusan warga duduk berdampingan. Ada yang pakai baju koko putih, ada yang datang langsung dari rumah dengan sarung dan peci. Di barisan depan, Bupati Lampung Utara duduk bersimpuh bersama Sekretaris Daerah Dra. Intji Indriati, M.H., jajaran Pemkab, dan Forkopimda. Tidak ada panggung. Tidak ada jarak. Semua sujud di tanah yang sama.

Usai salat, suasana berubah hangat. Saling bersalaman, saling memaafkan. Di tengah kerumunan itu, Bupati terlihat menunduk, mengulurkan tangan ke warga satu per satu.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, saya mohon maaf lahir dan batin jika ada khilaf dan salah,” ujarnya.

Momen itu sederhana, tapi jadi pengingat, di hari besar seperti ini, jabatan sementara ditanggalkan. Yang tersisa cuma status sebagai sesama manusia.

Belum sampai 10 menit bersalaman selesai, suasana bergeser lagi. Di sisi lain halaman, dua ekor sapi dan beberapa kambing sudah menunggu. Tali tambangnya dipegang petugas.

Di sinilah inti acara berlanjut, serah terima hewan kurban. Bupati Lampung Utara menyerahkan langsung tali sapi dan kambing kepada perwakilan panitia. Seorang ibu dari panitia tampak mengabadikan momen itu dengan ponselnya.

Sapi cokelat besar dengan tali oranye, kambing putih cokelat yang badannya sudah ditandai “PTSGN” dan “PT SGL” berdiri tenang di bawah terik pagi. Mereka akan segera didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Lampung Utara.

Ibadah pagi itu bukan cuma soal salat dan takbir. Ia tentang memperkuat rasa bersama. Tentang kepedulian yang tidak berhenti di sajadah, tapi dilanjutkan dengan berbagi.

Dari salat berjamaah, saling maaf, sampai menyerahkan kurban semuanya berlangsung di satu halaman yang sama. Seolah mau bilang, kebersamaan itu dimulai dari sini, dari tempat di mana semua orang bisa berdiri sejajar.

Penulis: Davi rcn.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!