SMAN 1 Liwa Panen Prestasi, Ratusan Lulus PTN, Kadisdikbud Lampung Apresiasi Annisa Tembus Kedokteran Gigi Unsyiah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 30 Mei 2026 11:16 29 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | “Selamat untuk Annisa dan SMAN 1 Liwa!” Kalimat itu pembuka apresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., saat mendengar kabar Annisa Fitri Salsabilla, siswi SMAN 1 Liwa, lolos Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala lewat jalur SNBT.

Tapi bagi Thomas, berita ini lebih dari sekadar daftar nama yang lulus PTN. Ini bukti yang mematahkan tembok mental.

“Masuk Kedokteran Gigi Unsyiah lewat SNBT itu bukan hal mudah. Persaingannya ketat secara nasional. Capaian Annisa adalah pukulan telak terhadap anggapan bahwa anak daerah sulit bersaing dengan siswa kota besar. Ini bukti nyata, dengan kemauan kuat dan bimbingan yang tepat, siswa dari daerah manapun mampu menembus PTN terbaik,” tegas Thomas Amirico. Minggu (30/5/2025)

*Pesan Untuk Siswa: Jangan Minder, Mulai Dari Yang Bisa Kamu Kendalikan*

Annisa, lolos SNBT dan tercatat sebagai penerima beasiswa penuh Pemkab Lampung Barat. Foto kelulusannya dengan name tag “ANNISA FITRI.S” dan senyum tipis kini jadi bahan bakar semangat adik kelasnya.
Melihat itu, Kadisdikbud Lampung punya pesan langsung untuk ribuan siswa SMA di Daerah.

“Jangan minder karena lahir di daerah. Modal utama bukan les mahal atau bimbel eksklusif. Modalnya tiga, disiplin belajar setiap hari, manfaatkan guru di sekolah semaksimal mungkin, dan jangan berhenti saat gagal di try out. Kegagalan di try out bukan tanda berhenti, itu tanda kamu tahu bagian mana yang harus diperbaiki,” ujar Thomas.

Ia juga mengingatkan, mimpi harus punya tanggal kadaluarsa. “Targetkan kampus dan prodi sejak kelas X. Cari tahu passing grade-nya. Lalu kejar, angan tunggu kelas XII baru mulai serius.” tuturnya

*Pesan Untuk Guru dan Sekolah: Sinergi Itu Kunci*

Capaian SMAN 1 Liwa tahun ini bukan kebetulan. Selain Annisa, sekolah ini juga meloloskan Diah Ayu Putri Permata Aji ke FK Universitas Bengkulu dan Bella Aufa Atiqah ke Kedokteran Hewan Unsyiah. Secara total, ratusan lulusan masuk PTN, 60 siswa SNBP, 47 siswa SNBT, 19 siswa SPAN PTKIN, 19 siswa Poltekkes, 7 siswa PAN Polinela, plus nama-nama besar seperti IPB, Unpad, Unhas, Unila, ITERA.

“Ini hasil kerja sistematis, bimbingan belajar intensif, try out berkala, guru BK yang aktif ngobrol dengan siswa, dan dukungan orang tua. SMAN 1 Liwa menunjukkan formula yang bisa ditiru sekolah lain,” kata Thomas.

Pesan Kadisdikbud ke kepala sekolah dan guru di seluruh Lampung. Jangan menunggu siswa datang minta bimbingan. Jemput mereka, buat program pendampingan PTN sejak awal. Bagikan informasi beasiswa, jalur seleksi, dan strategi belajar. Satu siswa yang lolos PTN bisa mengangkat motivasi 30 siswa lainnya.

Bagi Thomas, angka kelulusan penting. Tapi yang lebih penting adalah jejak yang ditinggalkan.
“Anak Lampung harus berani bermimpi tinggi, tapi mimpi itu belum selesai saat kamu dapat KTM. Mimpi selesai saat kamu pulang dan membangun daerahmu. Jadilah dokter, insinyur, guru, yang suatu hari membuka praktik atau mengajar di Liwa, di Krui, di Kotabumi. Annisa sudah menunjukkan jalannya, sekarang giliran adik-adik kelasnya untuk mengikuti dan melampauinya,” tutup Thomas Amirico.

Hari ini, senyum tenang Annisa di foto kelulusan jadi pengingat, batas geografis bukan penghalang, yang jadi penghalang adalah batas di kepala. Dan Kadisdikbud Lampung baru saja minta semua siswa Lampung untuk menghancurkannya.

Penulis: Davi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!