RadarCyberNusantara.Id | Anggaran swakelola Bapenda Lampung Timur tahun 2026 menjadi sorotan publik. Nilainya mencapai Rp4,33 miliar, dengan Rp1,36 miliar di antaranya dialokasikan untuk perjalanan dinas.
Berdasarkan data yang diterima redaksi, total anggaran swakelola Bapenda Lampung Timur mencapai Rp4.337.758.960 dan tersebar dalam 57 item kegiatan.
Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pos belanja di dalamnya bernilai cukup fantastis.
Pos perjalanan dinas misalnya, mencapai Rp1.362.463.480. Anggaran itu terbagi untuk perjalanan dinas dalam kota sebesar Rp818.960.000 dan perjalanan dinas biasa sebesar Rp543.503.480.
Untuk perjalanan dinas dalam kota, anggaran tersebar dalam 13 item kegiatan. Nilainya mulai Rp19,5 juta hingga Rp248,45 juta. Bahkan, terdapat satu item perjalanan dinas dalam kota yang mencapai Rp248.450.000.
Sementara perjalanan dinas biasa terdiri dari 21 item dengan total Rp543.503.480. Nilai terbesar di antaranya mencapai Rp80.664.000, Rp68.473.000, dan Rp45.300.000.
Tak hanya perjalanan dinas, sejumlah pos lain juga menyedot anggaran besar.
Belanja jasa tenaga ahli mencapai Rp600.528.000, sedangkan jasa tenaga administrasi sebesar Rp532.500.000.
Belanja jasa PPPK paruh waktu juga tercatat lebih dari Rp1,15 miliar. Rinciannya, penata layanan operasional Rp570 juta, operator layanan operasional Rp467,5 juta, pengelola layanan operasional Rp81,6 juta, dan pengelola umum operasional Rp36 juta.
Kemudian, belanja honorarium mencapai Rp294.980.000.
Ada pula belanja jasa kontribusi asosiasi sebesar Rp163 juta serta jasa konsultansi berorientasi layanan-jasa khusus sebesar Rp80 juta.
Komposisi tersebut membuat publik mempertanyakan efektivitas anggaran swakelola Bapenda Lampung Timur.
Sorotan terutama tertuju pada besarnya porsi belanja perjalanan dinas dan jasa dibandingkan dengan tujuan utama Bapenda sebagai perangkat daerah yang bertugas mengelola serta meningkatkan pendapatan daerah.
Pertanyaan publik kini mengarah pada sejauh mana penggunaan anggaran swakelola tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung Timur.
Untuk mendapatkan keterangan dan klarifikasi, media RadarCyberNusantara.Id, mencoba menghubungi Kepala Bapenda Kabupaten Lampung Timur, Agus Firmansyah Lukman S.E., M.Si., M.M., melalui pesan singkat Wattshsappnya.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bapenda Lampung Timur memilih bungkam. Tidak menjawab konfirmasi awak media, terkait rincian, dasar penganggaran, serta peruntukan sejumlah pos belanja tersebut.Walaupun pesan Wattshsapp terlihat dibaca.
(Tim)
Tidak ada komentar