Menu Tak Layak, Gizi Dipertanyakan, Ortu Minta Satgas MBG & Dinkes Pesawaran Sidak Dapur SPPG Wiyono

waktu baca 4 menit
Minggu, 10 Mei 2026 20:20 1 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Desa Wiyono, Pesawaran, justru bikin nelangsa orang tua. Menu yang disalurkan SPPG Wiyono dinilai jauh dari kata layak: nasi keras, sayur tiap hari cuma tumisan wortel atau kol, lauk ayam keras, porsi minim.

“Ini MBG untuk balita, padahal anakku baru umur 4 tahun. Aku asli warga Desa Wiyono,” kata seorang ibu kepada media ini melalui pesan whatshap yang minta namanya disamarkan, Minggu 10/5/2026.

*Kasih Lauk Ayam Keras Bener, Porsi Kayak Buat Makan Kucing*

Keluhan ibu itu mewakili jeritan orang tua penerima MBG balita lainnya. Mereka menilai menu dari dapur SPPG Wiyono tidak sesuai standar gizi dan usia.

“Ya harapan kami buat menu balita itu yang pantas, jangan sayur buat orang tua yang dikasih ke balita. Terus nasinya keras. Masa tiap hari cuma sayur wortel. Lebih enak kami sebagai ortu kasih menu buat anak. Saya bukan orang mampu, tapi kalau buat anak seperti itu yo nelongso toh mas,” ujar sumber dalam tulisannya.

Yang bikin miris, porsi makanan juga disorot. “Kadang porsi juga itu lo, kayak buat makan kucing. Sayur cuma 1 sendok makan, nasi doang yang banyak. Kasih lauk ayam keras bener. Itu katanya tukang masak pake sertifikat, masa masak buat balita dan anak gak sesuai,” tambahnya.

*Bukti Foto Menu Sepekan: Gambar Gak Bisa Bohong, Ini Parah Banget*

Untuk memperkuat keluhan, orang tua penerima MBG menunjukkan bukti foto menu yang diterima anaknya selama sepekan terakhir.

“Biar lebih jelas menunya apa saja, coba saja perhatikan foto yang saya kirim ini. Saya takut salah sebut menunya, tapi gambar gak bisa bohong. Ini parah banget menu untuk balita,” tulis sang ibu sesuai mengirimkan bukti foto kepada awak media.

Berdasarkan catatan dan foto yang diterima redaksi, menu MBG balita SPPG Wiyono sepekan terakhir minim variasi dan gizi:

Senin 4/5/2026: Ikan sepotong kecil, sayur jagung muda, tahu krispi, semangka tawar 1 iris, nasi putih segenggam.

Selasa 5/5/2026: Telur dadar, tumisan wortel, tempe, 1 iris kecil melon, nasi putih.

Kamis 7/5/2026: Tumisan wortel, telor dadar, 1 iris melon, ayam tepung potong kecil, nasi putih.

Jumat 8/5/2026: Daun selada, tahu goreng, 1 iris semangka, nasi putih, Sempol + saos.

Sabtu 9/5/2026: 1 buah pir, 1 kotak susu ukuran kecil. Menu Sabtu dirapel dan diterima hari Jumat.

“Menunya parah banget. Masak sepekan terakhir itu-itu aja. Sangat tidak sesuai menurut kami. Yang parah hari Sabtu, masak cuma buah sama susu kotak kecil,” keluh sang ibu.

*Langgar Standar Gizi Balita? Ini Kata Aturan*

Menu MBG balita merujuk Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang AKG dan Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes. Untuk usia 1-3 tahun, kebutuhan energi 1125 kkal/hari. Sekali makan harus 30% AKG = 337 kkal. Komposisi: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, buah, dan lemak.

Tekstur makanan balita 4 tahun harus lunak, mudah kunyah, tidak keras. Variasi sayur & protein hewani wajib. Buah harus matang & manis.

Fakta di Wiyono: nasi keras, ayam keras, sayur cuma wortel/kol tiap hari, porsi sayur 1 sendok makan, Sabtu cuma buah + susu. Diduga kuat tak penuhi standar 337 kkal, tak variatif, dan tekstur tak sesuai usia.

*Tuntutan Ortu: Sidak Dapur SPPG, Perbaiki Menu, Panggil Ahli Gizi*

Orang tua mendesak:
Satgas Percepatan MBG Kabupaten Pesawaran & Dinas Kesehatan Pesawaran sidak mendadak dapur SPPG Wiyono. Cek proses masak, timbang porsi, uji lab gizi.

BGN Perwakilan Lampung evaluasi SPPG Wiyono. Jika tak layak, bekukan kontrak.

Libatkan Ahli Gizi Puskesmas untuk susun menu balita. Tukang masak bersertifikat wajib paham tekstur & gizi balita.

Buka RAB Menu MBG Balita. Berapa anggaran per porsi? Apakah realisasi sesuai harga?

“Kami juga minta pemerintah untuk negur, periksa dapur SPPG Wiyono. Karena menurut kami menu MBG yang dikasih buat balita gak sesuai, baik dari harga apalagi gizi,” tegas sang ibu.

*Taruhan Nyawa: MBG Balita Bukan Main-Main*

MBG balita adalah program cegah stunting. Salah menu = gagal tumbuh kembang. Sepiring makanan hari ini menentukan kualitas otak anak 20 tahun kedepan.

Jika dapur SPPG Wiyono tak becus olah menu balita, maka yang rugi adalah generasi Pesawaran. Bola panas kini ada di Bupati Pesawaran, Dinkes, Satgas MBG, dan BGN Lampung.

Warga Wiyono menunggu. Jangan sampai ada balita gizi buruk karena program pemerintah yang asal jadi.

Hingga berita ini dipublis, SPPG Wiyono & Satgas MBG Pesawaran belum memberikan klarifikasi, Hak jawab dibuka seluas luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan keterangan resmi. lBudi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!