FHIS UMKO Luruskan Informasi Field Trip Malaysia: Kampus Tegaskan Bertanggung Jawab, Kendala Berasal dari Vendor Perjalanan

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Jul 2026 18:20 1 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait pemberitaan yang berkembang mengenai gagalnya pelaksanaan Field Trip Internasional ke Malaysia yang sempat memicu berbagai persepsi di masyarakat.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (8/7/2026), FHIS UMKO menegaskan bahwa sejumlah informasi yang sebelumnya beredar tidak sepenuhnya menggambarkan kronologi sebenarnya sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap peran pihak kampus.

FHIS menjelaskan bahwa keberangkatan rombongan mahasiswa ke Malaysia yang dijadwalkan pada 6–8 Juli 2026 batal terlaksana karena rombongan terlambat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sehingga tidak dapat mengikuti jadwal penerbangan yang telah ditetapkan.

Ketua Panitia Field Trip Internasional, Bram Fikma, menerangkan bahwa keterlambatan tersebut merupakan akumulasi sejumlah kendala teknis selama perjalanan menuju bandara. Mulai dari penantian tim pembawa perlengkapan kegiatan, antrean pengisian bahan bakar kendaraan, hingga kepadatan arus lalu lintas yang berada di luar perencanaan.

Setelah mengetahui penerbangan tidak dapat diikuti, panitia bersama pihak vendor perjalanan (travel) segera melakukan koordinasi untuk mencari alternatif keberangkatan. Namun, keterbatasan ketersediaan kursi penerbangan pada jadwal berikutnya membuat seluruh peserta tidak memungkinkan diberangkatkan secara bersamaan sesuai agenda yang telah disusun.

Selama proses tersebut, mahasiswa tidak ditelantarkan. Seluruh peserta difasilitasi penginapan di Palembang serta mengikuti kunjungan edukatif sebagai bagian dari pengisian kegiatan sambil menunggu penyelesaian dari pihak vendor perjalanan.

FHIS UMKO juga menegaskan bahwa berdasarkan fakta yang dimiliki, vendor sebelumnya telah melakukan pemesanan tiket keberangkatan dan kepulangan, reservasi hotel di Malaysia, serta koordinasi dengan kampus tujuan yang telah menyiapkan agenda akademik. Karena itu, kampus menilai peristiwa ini lebih tepat dipahami sebagai kegagalan pelaksanaan perjalanan akibat kendala operasional, bukan sebagai tindakan yang dapat langsung disimpulkan sebagai penipuan atau penggelapan tanpa adanya proses hukum dan pembuktian.

Sebagai bentuk tanggung jawab, vendor perjalanan telah menyatakan kesediaannya mengembalikan dana kegiatan sebesar 100 persen kepada seluruh peserta dengan batas waktu paling lambat 7 Agustus 2026, sebagaimana kesepakatan yang telah dibuat bersama.

Di sisi lain, UMKO menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak mahasiswa. Dalam waktu dekat, pimpinan vendor akan dipanggil secara resmi untuk memberikan klarifikasi di hadapan Rektor, Wakil Rektor, dan para Dekan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Setelah itu, pihak kampus juga akan mengundang orang tua atau wali mahasiswa guna menyampaikan perkembangan penyelesaian secara terbuka dan transparan.

FHIS UMKO menegaskan akan terus mengawal proses pengembalian dana hingga seluruh hak mahasiswa terpenuhi sesuai komitmen yang telah disepakati.

Pihak fakultas juga mengajak masyarakat agar menyikapi persoalan ini secara objektif dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum lengkap. Menurut FHIS UMKO, klarifikasi ini disampaikan agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian sekaligus mengetahui langkah-langkah yang sedang ditempuh kampus dalam menyelesaikan persoalan tersebut secara bertanggung jawab.

Penulis: Davi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!