Purnama Wulan Sari Mirza: PMI Hadir di Tengah Warga yang Terdampak Krisis Air

waktu baca 4 menit
Senin, 10 Agu 2026 18:10 3 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, meninjau sekaligus mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Senin (10/8/2026).

​Di hadapan warga, Ketua PMI Provinsi Lampung yang akrab disapa Batin Wulan menyampaikan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen kemanusiaan PMI Provinsi Lampung dan PMI Pusat untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami krisis air akibat kekeringan.

​”Kita di sini bermaksud untuk menyalurkan air bersih untuk warga di Way Laga Kecamatan Sukabumi ini. Alhamdulillah ini merupakan bentuk kasih sayang kami, dukungan kami untuk warga di sini, tentunya dari PMI Pusat juga. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bermanfaat ya Bu,” ujar Batin Wulan.

​Ia menyadari bahwa minimnya curah hujan pada musim kemarau menyebabkan sumber air dan sumur warga mengering. Namun, ia menekankan pentingnya kehadiran negara dan lembaga kemanusiaan di tengah krisis yang dihadapi masyarakat.

​”Musim panas mungkin kesediaan air, sumur juga kering ya Bu. Tapi namanya juga alam Bu ya, enggak ada yang bisa protes kita ya. Tapi yang penting PMI hadir di tengah-tengah Ibu-Ibu semua di sini untuk memberikan bantuan,” tegasnya.

​Selain menyerahkan bantuan air, Batin Wulan juga memberikan edukasi secara langsung mengenai efisiensi dan manajemen penggunaan air bersih agar pemanfaatannya berdaya guna secara optimal bagi pemenuhan kebutuhan keluarga.

​”Sebenarnya bukan cuma musim panas aja, kita memang harus bijak menggunakan air bersih. Di kala musim panas apalagi sekarang, curah air juga sedikit kan. Nah tapi ini ada bantuan, insya Allah digunakan Ibu-Ibu dengan bijak. Hemat air, digunakan yang hemat dulu nih, kita hemat air,” imbaunya.

​Ketua PMI Provinsi Lampung selanjutnya menjelaskan terkait pengelolaan air di tingkat rumah tangga, mulai dari pembatasan volume air untuk keperluan mandi dan membilas toilet, penyediaan wadah penampung yang memadai, hingga pentingnya menjaga higienitas air yang telah ditampung.

​”Gunakan wadah untuk menampung air. Bilas toilet juga secukupnya Bu, jangan hambur-hambur air karena memang lagi panas. Untuk mandi, untuk cuci, untuk masak, terus untuk air wudu yang penting. Mandi juga yang biasanya kita mandi hambur-hambur gitu kan, mandinya juga mesti irit-irit. Cuci tangan juga efisien menggunakan air, jangan buang air cuma-cuma. Artinya kran itu harus ditutup, harus saling ingetin di anggota keluarga,” jelasnya.

​Untuk menjamin kualitas dan kebersihan air konsumsi warga, Batin Wulan mengingatkan agar wadah penampungan selalu ditutup rapat dan diletakkan di lokasi yang steril.

​”Wadah airnya ditutup Bu, kalau enggak ditutup nanti bisa kemasukan kotoran, nanti enggak higienis. Air juga disimpan di tempat yang teduh, air juga dijauhkan dari kotoran ya, artinya sampah atau apa,” tambahnya.

​Ketua PMI Provinsi Lampung kemudian mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, mempertahankan semangat kebersamaan, serta memperbanyak rasa syukur dalam menghadapi cobaan bencana alam.

​”Mudah-mudahan warga di Way Laga ini sehat semua. Dengan bantuan air bersih ini bisa sangat bermanfaat untuk Ibu-Ibu mengerjakan pekerjaan rumah dan tentunya tetap beribadah. Tetap beribadah dan tetap bersyukur Bu ya. Kita dalam keadaan panas, kekurangan air ini tetapi ada bantuan kebaikan dari Allah SWT tentunya lewat PMI ini,” tutupnya.

​Usai memberikan pengarahan, Batin Wulan bersama jajaran pengurus PMI Provinsi Lampung berbaur dengan warga dan membantu langsung proses pengisian air bersih ke dalam wadah-wadah penampungan milik warga setempat.

Sementara itu, Kepala Bagian Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Lampung, Rizki Adevta, menyampaikan bahwa operasi distribusi air bersih telah digerakkan secara masif sejak 27 Juli 2026. Dalam pendistribusian di Kelurahan Way Laga ini, PMI Provinsi Lampung mengerahkan tiga armada dengan total bantuan air bersih sebanyak 12.000 liter.

​Rizki menjelaskan, Kelurahan Way Laga menjadi salah satu kawasan prioritas intervensi PMI lantaran kondisi sumber air warga yang kian memprihatinkan akibat dampak musim kemarau.

Hingga saat ini, PMI Provinsi Lampung telah melakukan pendistribusian di beberapa titik rawan krisis air bersih di Kota Bandar Lampung, antara lain Kelurahan Way Laga (tiga kali penyaluran), Kelurahan Sukarame 2 Kecamatan Telukbetung Barat (empat kali penyaluran), serta wilayah Jalan Malaka, Panjang Selatan (dua kali penyaluran).

​PMI juga menetapkan tiga wilayah prioritas penanganan kekeringan di tingkat kabupaten/kota, yakni Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Pesawaran. (Pemerintah Provinsi Lampung).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!