Demi keselamatan anak, Kadisdikbud Lampung imbau KBM 7-8 September dialihkan daring

waktu baca 2 menit
Minggu, 6 Sep 2026 23:05 13 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih dinamis membuat Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat. Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, Gubernur Lampung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 150 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar akibat dampak abu vulkanik. Minggu (6/9/2026).

Menindaklanjuti surat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H. mengimbau seluruh satuan pendidikan di Lampung untuk sementara mengalihkan pembelajaran menjadi daring/online pada 7-8 September 2026.

Dalam imbauannya, Thomas menyampaikan bahwa abu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti ISPA, iritasi mata, hidung, dan kulit. Selain itu juga bisa mengganggu transportasi dan mengotori lingkungan belajar.

“Anak-anak kita adalah masa depan Lampung. Pendidikan penting, tapi keselamatan jauh lebih utama. Untuk itu mari kita sama-sama disiplin menjalankan pembelajaran dari rumah selama 2 hari ini,” ujar Thomas.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur, pembelajaran daring berlaku untuk seluruh jenjang, PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Guru dan kepala sekolah tetap bertugas dari sekolah untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif melalui platform digital.

6 langkah yang harus dilakukan sekolah dan orang tua:

1. Belajar dari rumah: KBM daring mulai Senin 7 September sampai Selasa 8 September 2026
2. Guru tetap bekerja: Memastikan materi tersampaikan dengan baik
3. Kurangi aktivitas luar: Siswa, guru, dan orang tua diminta tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak perlu
4. Gunakan masker dan kacamata: Jika terpaksa keluar rumah untuk menghindari abu vulkanik
5. Orang tua mendampingi: Pastikan anak mengikuti pembelajaran daring dengan baik
6. Pantau info resmi: Dari PVMBG, BPBD, dan Pemprov Lampung

“Kami minta orang tua turut mengawasi dan mendampingi anak. Mari kita jadikan ini momentum untuk menguatkan peran keluarga dalam pendidikan,” tambah Thomas.

Dinas Pendidikan bersama BPBD juga diminta terus memantau kondisi keamanan lingkungan sekolah. Thomas menutup dengan pesan humanis “Bersama kita lebih siap menghadapi bencana. Jaga diri, jaga keluarga, tetap waspada. (Davi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!