RadarCyberNusantara.Id | – Laut Selat Sunda belum memberi jawaban. Memasuki hari kedua, Rabu 9 September 2026, Tim SAR Gabungan masih terus menyisir perairan untuk menemukan 8 orang di dalam speed boat yang hilang kontak.
Tujuh Search and Rescue Unit dikerahkan ke berbagai sektor. Dari KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, hingga dua kapal KRI dan RIB dari Banten dan Lampung. Penyisiran dilakukan dari Pulau Sebesi, Sebuku, kawasan Krakatau, hingga sepanjang Pulau Rakata dan Panjang.
“Kami optimalkan semua unsur dan sarana. Area pencarian juga kami perluas. Harapannya satu, 8 saudara kita segera ditemukan,” ujar Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad,S.Sos.
Hingga siang, jarak tempuh penyisiran sudah mencapai puluhan nautical mile. Tim juga melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun hasilnya masih nihil.
Tantangan di lapangan tidak mudah. Sekitar pukul 13.31 WIB, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan debu vulkanik cukup tebal. Meski begitu, Al Amrad memastikan keselamatan personel tetap nomor satu. “Kami terus pantau kondisi alam. Pencarian akan terus jalan, tapi dengan tetap mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” jelasnya.
Di antara yang hilang ada Kapten Warta, 55 tahun, ABK Surakman, 60 tahun, dan guide Heriyanto, 49 tahun.
Ada juga 5 jurnalis, M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal jurnalis freelance.
Mereka berangkat membawa tugas dan cerita. Kini keluarga, rekan media, dan seluruh tim SAR menanti kabar baik.
Operasi SAR H2 ini melibatkan SAR Banten dan Lampung, TNI, Polri, BPBD, KSOP, nelayan, keluarga, hingga relawan. Sarana pendukung mulai dari drone thermal hingga peralatan medis juga diterjunkan.
Cuaca hari ini terpantau cerah berawan. Angin 14 knot, gelombang 0,4 – 1 meter. Cukup mendukung, tapi laut tetap punya caranya sendiri. “Sampai saat ini belum ada tanda-tanda. Tapi kami tidak berhenti. Evaluasi terus kami lakukan untuk menentukan strategi berikutnya,” tegas Al Amrad.
Doa dan harapan masih terus dipanjatkan. Agar Selat Sunda segera mengembalikan 8 orang itu ke pelukan keluarga. (Dv)
Tidak ada komentar