RadarCyberNusantara.Id | Kepedulian dan kesigapan aparat kewilayahan kembali terlihat saat terjadi kebakaran hebat yang melanda Gudang Frozen milik PT. Prima Food Internasional di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Selasa malam, 11 Agustus 2026.
Mendapat informasi dari Ketua RT 19, Bapak Sandi, Babinsa Kelurahan Sukaraja Koramil 410-02/TBS, Serka S. Abidin, segera bergerak menuju lokasi kejadian. Kehadiran Babinsa tidak hanya untuk memonitor perkembangan situasi, tetapi juga membantu mengamankan area, berkoordinasi dengan unsur terkait serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kebakaran.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), Serka S. Abidin bersama unsur kewilayahan langsung melakukan pemantauan dan membantu mengendalikan situasi di tengah kepanikan warga. Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah warga mendekati lokasi yang masih diliputi kobaran api dan asap tebal.
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diketahui oleh seorang petugas keamanan bernama Angga (23). Saat menjalankan tugas, Angga melihat adanya saklar listrik yang terbakar. Tidak lama kemudian terdengar suara api dan kobaran api dengan cepat membesar.
Melihat kondisi tersebut, Angga berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di dalam gudang. Sebanyak tiga unit mobil Grand Max berhasil dikeluarkan dari lokasi, sementara satu unit lainnya tidak sempat diamankan sehingga ikut terbakar.
Warga dan Ketua RT yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera menghubungi Babinsa sekaligus melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran. Respons cepat seluruh unsur membuat armada pemadam dapat segera dikerahkan ke lokasi.
Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan. Sebanyak kurang lebih delapan unit mobil pemadam kebakaran dari unsur Kecamatan dan Kota Bandar Lampung diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung cukup intensif karena material yang berada di dalam gudang merupakan barang-barang yang mudah terbakar. Setelah kurang lebih satu jam dilakukan penanganan, kobaran api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Di tengah situasi tersebut, Serka S. Abidin menunjukkan peran Babinsa sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi darurat. Bersama aparat terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Linmas, perangkat RT serta masyarakat, Babinsa membantu memastikan proses penanganan kebakaran berjalan dengan aman dan tertib.
Kehadiran Babinsa di lokasi juga menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat. Bukan hanya menjalankan fungsi pemantauan wilayah, Babinsa turut membantu masyarakat menghadapi situasi sulit dengan mengedepankan koordinasi, kewaspadaan dan semangat gotong royong.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara, satu unit mobil Grand Max terbakar, sekitar 10 kontainer berisi ayam beku, serta sejumlah barang berupa nugget, sembako, beras, minyak dan berbagai barang lainnya mengalami kerusakan. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai kurang lebih Rp2 miliar, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan dan inventarisasi lebih lanjut.
Turut hadir dalam penanganan kejadian tersebut Camat Bumi Waras Budi Ardianto, S.T., M.M., Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandar Lampung, Kapolsek Bumi Waras AKP Hasbi, S.I.K., M.H., Lurah Sukaraja Ari Oktara, S.T., Babinsa Kelurahan Sukaraja Serka S. Abidin,aparat terkait Kelurahan Sukaraja Aiptu Agus Setiawan, personel Polsek Bumi Waras, perangkat RT dan pamong Kelurahan Sukaraja, Linmas serta masyarakat sekitar Jalan Slamet Riyadi.
Hingga sekitar pukul 22.15 WIB, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dan kobaran api telah hampir sepenuhnya berhasil dipadamkan. Aparat bersama petugas terkait tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kecepatan informasi dan koordinasi antara masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah wilayah dan petugas pemadam kebakaran. Laporan masyarakat yang diterima dengan cepat memungkinkan aparat segera mendatangi lokasi dan mengerahkan unsur penanganan kebakaran.
Bagi Serka S. Abidin, membantu masyarakat dalam kondisi darurat merupakan bagian dari pengabdian sebagai aparat kewilayahan. Babinsa harus selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan, terlebih dalam situasi bencana yang membutuhkan tindakan cepat dan kepedulian bersama.
Kehadiran Babinsa di tengah musibah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Saat warga menghadapi musibah, Babinsa hadir untuk membantu, menguatkan dan memastikan masyarakat tidak menghadapi keadaan tersebut sendirian.
“Cepat merespons, hadir di tengah masyarakat, dan membantu hingga situasi aman merupakan bagian dari pengabdian Babinsa kepada rakyat.”
| Red.
Tidak ada komentar