RadarCyberNusantara.Id | Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Putih Doh Kecamatan cukuh balak diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dugaan ini mencuat setelah masyarakat setempat melaporkan adanya pengurangan volume serta penurunan kualitas pekerjaan yang tidak sejalan dengan dokumen perencanaan.
Salah satu warga setempat, berinisial AA (40), menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi yang nilainya diperkirakan mencapai Rp900 juta tersebut diduga tidak dilaksanakan sebagaimana ketentuan.
“Di SD kami ada bantuan pembangunan revitalisasi senilai sekitar Rp900 juta, namun bangunan ini diduga mengalami pengurangan volume dari RAB. Pihak pelaksana dan kepala sekolah diduga menggunakan material pasir yang asal-asalan, yaitu pasir dari sungai. Selain itu, pada bagian jendela dan pintu digunakan kusen dengan kualitas kurang baik. Kami melihat berwarna perak, tidak seperti kusen aluminium yang seharusnya berwarna putih bersih,” ujar AA kepada awak media radarcybernusantara.id.
Hasil peninjauan langsung di lokasi menguatkan dugaan tersebut. Terlihat kualitas pasir yang digunakan kurang baik, serta pemasangan kusen jendela dan pintu diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam RAB.
Menanggapi hal tersebut, pegiat sosial Aji menyatakan bahwa jika temuan ini benar, maka bangunan tersebut dikhawatirkan tidak awet. Ia meminta instansi terkait menindaklanjuti dan memberikan sanksi atau teguran kepada pihak yang bertanggung jawab, termasuk Kepala Sekolah.
Ketika dimintai konfirmasi, Kepala SDN 2 PutihDoh, Bapak Ammi, memberikan penjelasan berbeda. “Untuk kusen dan jendela tersebut sudah sesuai dengan RAB. Memang tampilannya berbeda dengan bangunan lain karena spesifikasi dalam RAB pun berbeda. Sedangkan untuk pasir, diambil dari Semaka,” ujarnya. | Red.
Tidak ada komentar