RadarCyberNusantara.Id | — Di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik, para pedagang kecil dan pelaku UMKM di sepanjang Jalan Z.A. Pagar Alam, Bandar Lampung, tetap membuka lapaknya. Bagi mereka, aktivitas mencari nafkah tidak mudah dihentikan karena ada kebutuhan keluarga yang terus berjalan. Melihat kondisi tersebut, PKS Muda Lampung bersama Gema Keadilan Lampung turun langsung menyapa para pelaku usaha melalui aksi “Jaga Nafkah, Jaga Nafas”, dengan membagikan masker sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang ideal.
Aksi yang berlangsung di kawasan sekitar seberang Kampus IIB Darmajaya dan Universitas Bandar Lampung (UBL) tersebut menjadi wujud kolaborasi kepemudaan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Tidak hanya membagikan masker, tim juga berdialog dengan pedagang, mendengarkan kondisi mereka, dan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Di balik aktivitas jual beli yang tetap berlangsung, tersimpan cerita tentang masyarakat yang harus menjaga keseimbangan antara kesehatan dan kebutuhan ekonomi keluarga.
Ketua Gema Keadilan Lampung, Julhaidir, mengatakan bahwa situasi seperti ini tidak memberikan pilihan yang sama bagi setiap orang. Bagi pelaku UMKM yang mengandalkan pendapatan harian, tetap berjualan merupakan bagian dari perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga. “Ada pedagang kecil dan pelaku UMKM yang tetap harus membuka usaha karena ada keluarga dan kebutuhan yang harus terus diperjuangkan. Ketika mereka menjaga nafkah, kita ingin ikut menjaga nafas mereka,” ujar Julhaidir. Ia menegaskan, bantuan berupa masker mungkin sederhana, tetapi kepedulian terhadap perjuangan masyarakat tidak boleh sederhana.
Menurut Julhaidir, UMKM merupakan bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat. Di balik warung, gerobak, dan lapak kecil terdapat keluarga yang menggantungkan kehidupan. Karena itu, kehadiran Gema Keadilan bersama PKS Muda Lampung tidak dimaksudkan sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi menjadi bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang tetap berjuang dalam situasi sulit. Ketika masyarakat berusaha mempertahankan nafkahnya, kepedulian sosial harus hadir untuk membantu menjaga kesehatannya.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Pemuda DPW PKS Lampung, Achmad Rochfi’i, yang menilai anak muda harus mengambil bagian dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kami ingin memastikan teman-teman UMKM tetap sehat dan produktif. Masker ini bentuk kepedulian sederhana dari kami,” ujar Achmad. Ia menegaskan bahwa PKS Muda Lampung akan terus membangun semangat kesiapsiagaan dan kepedulian sosial, termasuk melalui kolaborasi dengan Gema Keadilan untuk menghadirkan aksi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Para pedagang menyambut baik kedatangan tim dan berharap kondisi udara segera membaik, aktivitas masyarakat kembali normal, serta roda perekonomian kembali berjalan seperti biasa. Harapan mereka menunjukkan bahwa dampak bencana tidak berhenti pada persoalan lingkungan, tetapi turut menyentuh kehidupan ekonomi keluarga. Mereka tetap bekerja karena kehidupan harus terus berjalan, dan di tengah kondisi tersebut, dukungan sekecil apa pun dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian.
Melalui gerakan “Jaga Nafkah, Jaga Nafas”, PKS Muda Lampung dan Gema Keadilan Lampung ingin menegaskan bahwa kepedulian kepada masyarakat bukan sekadar hadir ketika keadaan mudah, tetapi justru ketika masyarakat sedang menghadapi pilihan yang sulit. Sebuah masker mungkin sederhana, tetapi ketika diberikan dengan kepedulian, ia membawa pesan yang jauh lebih besar: bahwa masyarakat yang sedang berjuang menjaga nafkah juga berhak mendapatkan dukungan untuk menjaga nafas.
Tidak ada komentar