RadarCyberNusantara.Id | Menanggapi pemberitaan dugaan manipulasi data Dapodik di SMA Riyadul Ulum Sukoharjo, Kabupaten Lampung Utara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico menyatakan akan segera menurunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan.
“Ya, saya sudah baca beritanya. Nanti akan kami cek langsung ke lapangan seperti apa faktanya,” ujar Thomas saat dikonfirmasi, Rabu 12/8/2026.
Thomas menegaskan, data Dapodik adalah dasar utama penyaluran Dana BOS, PIP, dan kebutuhan guru. Jika terbukti ada ketidaksesuaian antara data di sistem dengan kondisi nyata di sekolah, maka itu bukan persoalan administrasi biasa.
“Ingat, Dapodik itu nyawanya sekolah. Kalau ada kepala sekolah yang sengaja memanipulasi data untuk meraup dana lebih besar, itu namanya mempermainkan uang negara. Dan itu tidak bisa ditolerir,” tegasnya.
Lebih lanjut, Thomas mengingatkan seluruh kepala sekolah SMA/SMK/SLB di Lampung agar tidak bermain-main dengan data.
“Gubernur sudah perintahkan kami untuk bersih-bersih tata kelola pendidikan. Jangan sampai ada yang coba-coba. Kalau terbukti, sanksinya tegas. Mulai dari penghentian BOS, pembekuan, sampai rekomendasi pencopotan kepala sekolah. Kami tidak main-main,” katanya.
Terkait SMA Riyadul Ulum yang kepala sekolahnya diduga menolak memberikan data saat dikonfirmasi media, Thomas menyebut sikap itu justru mencurigakan.
“Kepala sekolah itu pelayan publik. Dana yang dikelola itu uang rakyat. Wajib hukumnya transparan. Kalau ditanya data malah bungkam, ya kami yang akan turun langsung buka datanya,” ucapnya.
Thomas juga meminta masyarakat, siswa, dan komite sekolah ikut mengawasi. Jika menemukan kejanggalan, bisa langsung lapor ke Dinas Pendidikan Provinsi.
“Kami buka kanal pengaduan. Jangan takut. Pendidikan Lampung harus bersih. Titik,” pungkasnya. (Tim)
Tidak ada komentar