Spam Dak PUPR 2025 di Tiyuh Daya Asri Tubaba Diduga Mangkrak, Warga Kecewa Tak Ada Air Mengalir

waktu baca 3 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 19:55 5 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Program DAK PUPR 2025 di Tiyuh Daya Asri, Tulang Bawang Barat dikeluhkan warga penerima manfaat. Bangunan yang selesai dikerjakan pada Januari 2026 itu disebut mangkrak dan tidak berfungsi sama sekali.

Berdasarkan papan nama di lokasi, proyek bertuliskan “SPAM DAK PUPR 2025 Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat” itu merupakan program Bupati Tulang Bawang Barat Ir. Novriwan Jaya, SP. Namun hingga kini, warga mengaku belum merasakan manfaatnya. Tidak ada air bersih yang mengalir dari fasilitas tersebut.

Menurut ER, warga RK 3 RT 4 Tiyuh Daya Asri, fasilitas SPAM tersebut sangat dibutuhkan. Pasalnya, sumur warga di sekitar lokasi sudah keruh dan beraroma tidak sedap karena berada dekat dengan rawa.

“Kami bingung, untuk apa ada bantuan SPAM, sementara sampai hari ini mangkrak, tidak berfungsi sama sekali. Ga ada air yang mengalir,” ujar ER kesal saat ditemui awak media. Saptu (23/5/2026)

ER mengaku kebutuhan air bersih menjadi masalah sehari-hari. Warga berharap bantuan pemerintah bisa segera dimanfaatkan, namun kenyataan di lapangan berbeda, takberfungsi.

ER juga mengaku mengetahui kedalaman sumur bor SPAM tersebut hanya sekitar 70 meter, hal itu ia ketahui dari obrolan dengan para tukang saat proses pengeboran berlangsung.

“Kata tukang bornya lebih kurang 70 meter untuk kedalaman bornya. Untuk hal-hal lain saya tidak tahu,” imbuhnya.

Terkait anggaran, ER mengaku tidak mengetahui jumlahnya. Ia menyebut dulu ada plang anggaran yang terpasang, namun kini sudah tidak ada lagi.

“Dulu ada plang anggaran terpasang, tapi sekarang sudah ga ada. Jadi kami ga tahu lagi berapa jumlah anggarannya,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan ini agar masyarakat penerima manfaat bisa segera menikmati air bersih.

“Kami berharap kepada pemerintah dapat mengentaskan persoalan ini, agar kami masyarakat penerima manfaat dapat segera menikmati air bersih,” harap ER.

Sudah hampir 5 bulan sejak bangunan SPAM ini dinyatakan selesai pada Januari 2026, namun air tetap tidak mengalir. Pertanyaan besarnya, apa yang menyebabkan fasilitas yang dibangun untuk kepentingan publik ini tidak berfungsi?

Jangan sampai bangunan dengan anggaran ratusan juta rupiah dari DAK PUPR ini menjadi mubazir dan hanya menjadi pajangan di tengah kampung. Jika ada kesalahan teknis, perencanaan, atau pelaksanaan, publik berhak tahu penyebabnya.

Pihak pemborong dan instansi terkait harus bertanggung jawab menjelaskan kondisi ini. Ini uang pajak rakyat, dibangun untuk kepentingan rakyat. Warga tidak meminta yang muluk, mereka hanya ingin air bersih yang dijanjikan bisa benar-benar mengalir ke rumah mereka.

Melihat kondisi di lapangan dan keluhan warga, Aparat Penegak Hukum diminta segera turun tangan melakukan audit terhadap pekerjaan proyek SPAM DAK PUPR 2025 di Tiyuh Daya Asri ini.

Audit diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara spesifikasi teknis, volume pekerjaan, dan anggaran yang telah dikeluarkan. Jika dalam proses audit ditemukan kejanggalan, dugaan penyimpangan, atau indikasi kerugian negara, maka proses hukum harus ditegakkan tanpa tebang pilih.

Keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik adalah kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah tidak luntur. Proyek air bersih seharusnya menjadi solusi, bukan menambah kekecewaan warga.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait baik kontraktor maupun Dinas PUPR Tulang Bawang Barat belum berhasil dikonfirmasi. (Dv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!