RadarCyberNusantara.Id | Sebuah bus pariwisata biru berpelat “Pariwisata” perlahan masuk ke halaman Mapolres Lampung Utara, Jumat 14 Juni 2025 siang. Di kanan-kiri jalan, ratusan keluarga sudah berdiri sejak pagi. Ada yang menenteng sajadah, ada yang menggenggam mukena, sebagian lagi sibuk mengarahkan kamera ponsel. Begitu bus berhenti, tangis pecah.
Itulah Kloter JKG-15. Ratusan tamu Allah dari Lampung Utara dan Lampung Timur akhirnya kembali ke tanah air setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Kloter JKG-15 berangkat dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Kamis 13 Juni 2025 pukul 12.05 WAS dengan pesawat SV 5460. Hampir 14 jam di udara, mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada Sabtu 14 Juni pukul 02.05 WIB. Dari Jakarta, rombongan 438 orang – 203 laki-laki dan 235 perempuan – kemudian diangkut darat menuju Lampung Utara, titik penjemputan yang dipusatkan di Mapolres Kotabumi.
Ketua Kloter H. Saiful Bahtiar, bersama petugas dan tim kesehatan terus mendampingi sepanjang perjalanan. Tugas mereka tidak ringan. Berdasarkan laporan kesehatan kloter, 295 jamaah masuk kategori risiko tinggi: 38 berisiko berat, 113 sedang, 151 ringan. Hipertensi, diabetes, kolesterol, hingga pembesaran jantung jadi keluhan yang paling banyak muncul selama di Tanah Suci.
Sebanyak 17 jamaah bahkan harus dipulangkan dengan kursi roda. Dua lainnya masih dirawat di rumah sakit Jeddah, dan satu jamaah dimutasi kepulangannya karena kondisi kesehatan.
Kebahagiaan kepulangan juga bercampur duka. Tiga jamaah Kloter JKG-15 wafat di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji. Mereka telah dimakamkan di Tanah Suci sesuai ketentuan setempat. Nama-nama mereka kini hanya bisa disebut dalam doa keluarga yang menunggu di Kotabumi.
Pantauan di Mapolres Lampung Utara menggambarkan suasana yang sulit dilukiskan dengan kata. Begitu pintu bus terbuka, keluarga berhamburan. Pelukan erat, cium tangan, dan isak tangis mengiringi langkah para jamaah yang baru saja menyandang gelar “haji” dan “hajjah”.
Seorang ibu paruh baya terlihat tak bisa menahan air mata begitu memeluk suaminya. “Alhamdulillah, selamat pulang, Pak. Sehat-sehat ya,” ucapnya lirih, sambil terus mengusap wajah sang suami yang tampak kelelahan namun sumringah.
Aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi, mengatur arus keluarga dan memastikan rombongan bisa turun dengan aman. Bus yang membawa mereka berhenti tepat di depan gerbang Polres – simbol bahwa kepulangan kali ini bukan hanya urusan keluarga, tapi juga perhatian negara.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama berharap kepulangan jamaah Kloter JKG-15 membawa keberkahan. “Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur, membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar petugas Kemenag yang ikut mendampingi.
Bagi keluarga, gelar haji mungkin hanya tambahan di depan nama. Tapi bagi mereka yang menunggu sejak pagi di Mapolres Lampung Utara, kepulangan ini adalah jawaban dari doa panjang, sanak saudara pulang selamat, membawa cerita dari Tanah Suci, dan membawa damai untuk kampung halaman.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar