RadarCyberNusantara.Id | — Di tengah gempuran arus informasi digital dan gencarnya penggunaan media sosial, SMAN 1 Abung Tengah mengambil langkah konkret untuk menjaga dan meningkatkan kualitas literasi generasi mudanya. Sekolah ini resmi melanjutkan program inovatif bertajuk “One Year One Book” atau “Satu Tahun Satu Buku”, sebagai strategi jangka panjang membangun karakter dan ketajaman berpikir peserta didik melalui kebiasaan membaca yang mendalam. Kamis (13/8/26)
Acara peluncuran program ini diresmikan langsung oleh Kepala SMAN 1 Abung Tengah. Momentum penting ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran Wakil Kepala Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa-siswi dari kelas 10 hingga kelas 12.
Program “One Year One Book” merupakan gerakan literasi sekolah yang mewajibkan seluruh warga sekolah untuk membaca, mendalami, dan mendiskusikan satu buku yang sama secara tuntas dalam kurun waktu satu tahun. Metode ini dinilai efektif melatih konsentrasi, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kemampuan analisis siswa tanpa terasa membebani.
Untuk periode kali ini, SMAN 1 Abung Tengah memilih novel legendaris karya Andrea Hirata, “Laskar Pelangi”. Pemilihan karya ini membawa pesan edukatif yang sangat kuat.

Diantaranya, mengajarkan siswa menghargai kesempatan belajar, meski di tengah keterbatasan fasilitas. Menanamkan pentingnya persahabatan, kerja keras, dan rasa hormat kepada pendidik. Mendorong anak daerah berani bermimpi setinggi langit dan memperjuangkannya lewat pendidikan.
Gerakan ini tidak hanya menyasar para murid, tetapi juga seluruh tenaga pendidik. Dengan membaca buku yang sama, lingkungan sekolah berubah menjadi ruang diskusi yang sehat. Hubungan guru dan siswa pun menjadi lebih interaktif karena memiliki bahan obrolan yang setara dan bermutu.
Kepala Sekolah menyampaikan harapannya, agar lewat kelanjutan program ini, membaca bukan lagi sekadar kewajiban akademis untuk mengejar nilai, melainkan bertransformasi menjadi kebutuhan hidup dan gaya hidup positif bagi seluruh keluarga besar SMAN 1 Abung Tengah.
“Kami ingin menumbuhkan reading habit atau kebiasaan membaca yang menyenangkan bagi anak didik kami. Di tengah gempuran media sosial, buku harus tetap menjadi jendela utama mereka untuk melihat dunia. Melalui program ini, membaca tidak lagi menjadi beban atau paksaan, melainkan sebuah kebutuhan dan gaya hidup,” ujar Dra. Suryati, AS. Kamis (13/8/26)
Acara peluncuran pun ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya babak baru petualangan literasi yang penuh makna bagi sekolah.
Tidak ada komentar