RadarCyberNusantara.Id | – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Provinsi Lampung. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Pemprov Lampung berhasil meraih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji 2026 kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam ajang detikSumatera Awards 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam dan diterima oleh Gubernur Lampung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyebut penghargaan ini sebagai bukti nyata keseriusan Pemprov dalam memastikan tidak ada anak Lampung yang tertinggal dari akses pendidikan berkualitas.
“Alhamdulillah, Pemprov Lampung mendapatkan Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji untuk kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan SDM dari http://detik.com. Ini adalah buah dari komitmen Bapak Gubernur Mirza untuk memajukan pendidikan di Lampung,” ujar Thomas, Jumat (28/8/2026).
Thomas memaparkan sederet inovasi yang menjadi dasar penganugerahan tersebut.
Pertama, kebijakan menghapus penahanan ijazah SMA, SMK, dan SLB negeri karena tunggakan, agar lulusan bisa langsung kuliah atau kerja.
Kedua, program Kelas Cangkok untuk 30 siswa dari daerah 3T yang disekolahkan penuh selama 1 tahun di SMAN 2 dan SMAN 9 Bandar Lampung.
Ketiga, penghapusan uang komite dan alokasi BOPD lebih dari Rp100 Miliar di APBD 2026 untuk meringankan beban wali murid.
Inovasi juga menyasar anak putus sekolah melalui SMA Terbuka usia 15-21 tahun, serta pembukaan akses pendidikan bagi anak di Lapas melalui kerja sama dengan Ditjenpas Lampung.
Di bidang vokasi, Kelas Migran Vokasi (KMV) menjadi program unggulan. Dari 8.000 lebih pendaftar, 193 siswa terpilih untuk dibekali keterampilan dan persiapan kerja ke Jepang dan Korea Selatan secara legal dan profesional.
Digitalisasi pendidikan juga digenjot lewat aplikasi D-SMART untuk asesmen literasi dan numerasi. Untuk wilayah terpencil ada program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dan untuk pemerataan kualitas guru ada Lampung Mengajar di daerah 3T.
Tak ketinggalan, Disdikbud Lampung memperkuat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mempermudah urusan mutasi siswa, validasi data guru, hingga pengaduan masyarakat.
“Semua ini kami lakukan agar pendidikan di Lampung tidak hanya merata, tapi juga bermutu dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh guru, siswa, dan masyarakat Lampung,” tegas Thomas. (Davi)
Tidak ada komentar