RadarCyberNusantara.Id | Kabinet Merah Putih dibawah komando Presiden Prabowo Subianto, akhirnya resuffle Menteri dari Kabinetnya, mulai dari Menteri Lingkungan Hidup, Penasehat Presiden hingga Kepala Badan. Namun kembali dengan tegas keputusan yang diambil oleh Saudara Pinnur SL, untuk menolak jabatan menteri atau Penasehat Presiden dan Kepala Badan menjadi Kontroversi.
Bukan tanpa alasan, menurutnya Prabowo Gibran terlalu berlebihan jika harus menjadikan dirinya sebagai Menteri, Penasehat Presiden atau Kepala Badan, “Seharusnya jabatan Menteri, Penasehat Presiden atau Kepala Badan di berikan kepada mereka yang mampu dan tau permasalahan bangsa, yang bisa membantu menyelesaikan masalah, bukan mereka yang sering berbicara asal asalan, malah membuat kegaduhan dimana mana, sehingga mempengaruhi sendi sendi kehidupan berbangsa,” Tegas Pinnur.
Seperti reshuffle kabinet ke 1V yang lalu, Pinnur SL, menolak jabatan menteri dikarenakan yang menawarkan jabatan tersebut, rekan ngopi nya di kantin teh Erni, kemudian saat reshuffle kabinet V yang baru lalu, Pinnur menolak posisi jabatan menteri tersebut karena, yang menawarkan jabatan tersebut adalah Mas Tarno, Langganan Ojek online, yang biasa mengantarkan makan siang Pinnur ke Kantornya, ketika pesan GO-FOOD.
Demikianlah semoga Bangsa ini kembali kepada benang merahnya, pembangunan yang seharusnya untuk memajukan Bangsa dan mensejahterakan rakyat.
#Senyumlah sebelum senyum Kena Pajak..
# Tertawalah sebelum tertawa Kena Pajak…
Tidak ada komentar