Tangis Haru Pecah di Halaman Masjid Al Falah, Pemakaman Militer Pratu Zalendra Ferdika Prajurit Elite Marinir TNI AL

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 15:48 33 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Tangis haru pecah di halaman Masjid Al Falah, Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Kamis 21 Mei 2026. Ratusan warga, keluarga, dan rekan prajurit mengantarkan kepergian Pratu Mar (IAM) Zalendra Ferdika dalam prosesi pemakaman militer yang penuh khidmat.

Prajurit muda kebanggaan TNI Angkatan Laut itu dimakamkan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Almarhum berdinas sebagai anggota Yon Taifib 2 Marinir dan tercatat sebagai siswa Detasemen Jala Mangkara, satuan elite TNI-AL yang dikenal memiliki kemampuan khusus dan disiplin tinggi. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Korps Marinir dan masyarakat Lampung Utara.

Prosesi pemakaman berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Abdul Yusuf menuju TPU Kamboja sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Di halaman masjid, suasana haru terasa kental. Prajurit Marinir berseragam putih dan baret ungu berdiri tegap membentuk barisan kehormatan. Di barisan depan, satu prajurit memegang foto almarhum dengan khidmat sementara yang lain bersiaga dengan senjata. Keluarga dan warga yang hadir tampak menahan tangis, sebagian tidak kuasa membendung air mata saat prosesi berlangsung.

Upacara militer dipimpin langsung oleh Letkol Mar M. Hanif Fathoni selaku Inspektur Upacara. Jalannya upacara dikomandoi Letda Mar Ardiansyah sebagai Komandan Upacara, dengan Letda Mar Eka bertugas sebagai Perwira Upacara.

Sejumlah pejabat dan pasukan TNI turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Hadir Letkol Mar Herman Sobri bersama satu SST Yonif 7 Marinir Brigif 4 Marinir/BS. Korsik Kima Brigif 4 Marinir/BS turut mengiringi prosesi dengan lantunan musik duka yang menambah khidmat suasana.

Kehadiran Babinsa Koramil 412-04/Kotabumi, Kopka Dwi Sasmito, menjadi simbol empati dan solidaritas sesama prajurit. Bersama jajaran TNI lainnya, ia berdiri di barisan penghormatan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Tanah Air.

Puncak haru terjadi saat dentuman salvo menggelegar di area pemakaman. Tembakan penghormatan terakhir itu membuat tangis keluarga pecah. Keluarga, rekan seperjuangan, dan warga yang hadir larut dalam kesedihan.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan segala pengabdiannya menjadi amal ibadah,” ucap salah satu pelayat di lokasi pemakaman.

Kepergian Pratu Zalendra Ferdika menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang prajurit bukan hanya tentang tugas negara. Lebih dari itu, tentang kehormatan, loyalitas, dan pengorbanan yang diberikan hingga akhir hayat.

Penulis : Davi rcn.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!