RadarCyberNusantara.Id | – Pembangunan akses vital penghubung Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan terus dikebut. Sabtu 20 Juni 2026, sejak pukul 08.00 WIB, Koramil 412-07/Abung Barat bersama personel Brigif TP 45/SB dan warga bergotong royong lanjutkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Jembatan gantung yang berada di Dusun 03 RT 05, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara ini masuk tahap krusial: pemasangan jarum pengikat kanan dan kiri pada lantai jembatan.
Pemasangan komponen kunci itu dipimpin langsung Danramil 412-07/Abung Barat, Kapten Inf Sugiono. Tujuannya percepat pengerjaan agar jembatan segera fungsional.
Semangat kemanunggalan TNI-Rakyat terlihat nyata. Sebanyak 5 warga Desa Pekurun dan 5 warga Desa Aji Kagungan ikut bahu-membahu bersama TNI. Mereka memastikan pemasangan jarum lantai presisi demi keamanan jembatan ke depan.
“Pemasangan jarum kanan dan kiri ini sangat vital untuk memperkuat struktur lantai jembatan. Jembatan ini akan membentang 60 meter di atas Sungai Way Arum,” tegas Kapten Inf Sugiono di lokasi.
Jembatan Perintis Garuda dirancang mengatasi ganasnya Sungai Way Arum. Sungai ini punya bentangan 48 meter. Kedalaman air normal 1 meter, tapi bisa melonjak jadi 6 meter saat hujan deras.
Dengan panjang 60 meter dan lebar 1,4 meter, jembatan gantung ini jadi urat nadi baru. Selama ini Sungai Way Arum kerap putus total saat debit naik. Warga terisolasi, hasil bumi tidak bisa keluar.
Jembatan ini menopang hajat hidup 500 KK atau sekitar 1.200 jiwa di Desa Pekurun dan Aji Kagungan. Selama ini lokasi tersebut jadi akses utama angkut hasil bumi dan jalur anak sekolah.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur. Ini penopang ekonomi dan pendidikan warga,” tambah Kapten Sugiono.
Pembangunan jembatan ini jadi bukti nyata TNI hadir di tengah kesulitan rakyat. (Dv)
Tidak ada komentar