RadarCyberNusantara.Id | Tidak ada yang lebih jujur dari sebuah foto perpisahan. Di panggung merah itu, 29 siswa 9F Seavora 44 berdiri berdampingan untuk terakhir kalinya sebagai satu kelas. 13 laki-laki, 16 perempuan, semua membawa cerita yang tak bisa diulang.
Medali di leher mereka berkilau, tapi yang lebih terang adalah mata yang berkaca-kaca. Di tengah barisan, Pak Bambang duduk tenang, dua tangan memeluk buket bunga setinggi dada. Itu bukan sekadar rangkaian bunga dari toko, itu tumpukan “makasih Pak” yang diucapkan lewat warna dan pita. Wali kelas yang biasanya tegas saat PR tidak dikumpul, hari itu jadi tempat sandaran paling nyaman.
Di belakang mereka, layar LED menyala tegas, “Pelepasan Siswa Siswi Kelas IX SMPN 2 Tubaba, Melabuh Kenangan, Mengarung Masadepan. Tema itu bukan slogan kosong. Setiap warna di panggung ini bicara.
Merah di karpet dan rangkaian bunga- adalah denyut nadi 9F selama 3 tahun. Merah itu keberanian angkat tangan saat ditunjuk, keberanian minta maaf saat salah, dan keberanian tertawa lepas di tengah tekanan tugas. Tanpa merah, 9F tidak akan pernah berani.
Putih di bunga dan hijab beberapa siswi-adalah janji yang belum selesai. Putih itu lembaran baru setelah SMP, hari ini kalian melepas seragam putih-biru, tapi membawa hati putih untuk menulis cerita yang lebih besar di SMA, SMK, atau mana pun kalian berlabuh.
Hijau di dedaunan panggung dan kemeja Pak Bambang- adalah bukti kalian bertumbuh. Dari anak yang masih ditunggui saat upacara, jadi remaja yang bisa berdiri tegak menerima medali. Hijau itu proses. Dan 9F sudah melewatinya dengan baik.
Emas di tulisan LED- adalah nilai kenangan yang tidak bisa ditukar. Tidak ada harga untuk suara tawa saat jam kosong, untuk bisikan contekan yang gagal, untuk omelan Pak Bambang yang sekarang jadi bahan rindu, emua itu emas.
Lihat cara kalian berpose, jari membentuk S dan V. Seavora 44. Tidak ada yang kaku, tidak ada yang sendiri, yang pemalu ikut tersenyum, yang heboh jadi penyeimbang, Itu tandanya 9F sudah jadi keluarga.
Hari ini “melabuh kenangan” sudah selesai. Kapal itu sudah berlabuh di dermaga SMPN 2 Tubaba. Besok, kalian akan “mengarung masa depan”. Lautnya lebih luas, ombaknya lebih tinggi, tapi kalian tidak berangkat dengan tangan kosong, kalian membawa bekal, disiplin, persahabatan, dan guru yang percaya kalian bisa.
Kelak, 10 tahun dari sekarang, saat foto ini tidak sengaja muncul di galeri, kalian akan berhenti sejenak, kalian akan ingat bau bunga di panggung, suara MC yang gugup, dan pelukan terakhir dengan teman sebangku. Kalian akan ingat Pak Bambang yang hari itu tidak banyak bicara, tapi matanya bilang “Aku bangga.”
Selamat jalan, 9F Seavora 44. Panggung merah ini mungkin berakhir hari ini, tapi panggung hidup kalian baru saja dimulai. Buatlah ia lebih megah.
Penulis : Davi rcn.id
Dilihat: 2
Rekomendasi
Tidak ada komentar