RadarCyberNusantara.id | Lapas Narkotika Bandarlampung memperkuat program pembinaan kemandirian dengan memberikan pelatihan penanaman jahe merah kepada warga binaan Rabu 17/09/2025.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi dengan balai latihan kerja( BLK) sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menyiapkan bekal keterampilan yang aplikatif sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Kalapas Narkotika Bandarlampung Ade kusmanto, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sebatas transfer keterampilan, melainkan investasi jangka panjang bagi warga binaan,
” Jahe merah dipilih karena prospeknya cerah disektor kesehatan, farmasi, hingga minuman herbal. Melalui pelatihan ini kami berharap warga binaan mampu mengembangkan pola pikir produktif dan menjadikannya peluang usaha nyata setelah bebas nanti, ‘ ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode kombinasi teori dan praktek lapangan. Warga binaan diajarkan mulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan media tanam, perawatan intensif, hingga managent panen agar menghasilkan produk yang berkwalitas. Materi juga diperluas pada aspek agrobisnis, mencakup analisis biaya produksi dan strategi pemasaran.
Instruktur dari balai latihan kerja bandarlampung, Zuhaikki, menekankan pentingnya keterampilan ini untuk membangun kemandirian ekonomi,
” Jahe merah memiliki siklus panen yang relatif cepat dengan nilai jual stabil. Jika warga binaan mempraktikkannya, keterampilan ini dapat menjadi modal penting untuk membangun usaha setelah mereka kembali ke masyarakat, ” terang Instruktur dari BLK dalam sesi pelatihan.
Melalui program ini, Lapas Narkotika Bandarlampung menunjukan peran aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan didalam Lapas tidak hanya berorientasi pada rehabilitasi, tetapi juga pemberdayaan yang produktif./zul
Tidak ada komentar