Dari Kotabumi ke Gedung Merah Putih: Saat Suara Lampung Utara Akhirnya Diantar ke Meja KPK

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 09:38 45 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Subuh itu, jalan lintas Sumatera masih sepi. Dua orang dari Lampung Utara sudah duduk di bus malam, membawa sesuatu yang lebih berat dari koper, dokumen setebal harapan dan daftar polemik yang bertahun-tahun tak kunjung selesai dilampung Utara.

Tujuannya satu, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Adi Candra SE, Ketua Laskar Lampung Indonesia DPC Lampung Utara, berdiri di lobi KPK dengan kemeja kotak-kotak dan jempol terangkat. Di belakangnya Garuda Pancasila memandang tajam. Bukan gaya-gayaan. Itu simbol, bahwa perjuangan ini mengatasnamakan bangsa, bukan kepentingan pribadi.

Di ruang perpustakaan KPK, Adi berjabat tangan dengan Budi Prasetyo, Jubir KPK. Di antara mereka berdiri seorang rekan media, Iqbal Stiawan Lampura, Tangan saling menggenggam, bukan sekadar seremoni.

Ada filosofi tua di sana, tangan yang menggenggam artinya janji yang diikat. Satu tangan membawa suara rakyat, satu tangan menerima dengan tanggung jawab. Ketika dua tangan bertemu, jarak antara kekuasaan dan masyarakat jadi hilang. Yang tersisa hanya komitmen untuk kebenaran.

Map cokelat berpindah tangan. Di dalamnya ada data, foto, kronologi, dan nama-nama yang selama ini hanya berani disebut bisik-bisik di warung kopi Kotabumi.

Apa yang mereka bawak? Setumpuk persoalan, dan harapan masyarakat Lampung Utara.

500 kilometer lebih mereka tempuh. Dari Kotabumi yang gelap saat subuh, sampai ke ruang ber-AC tempat berkas itu diterima. Bukan untuk mencari panggung. Tapi karena mereka percaya, kalau tidak dibawa ke KPK, berkas itu akan jadi kertas mati di laci.

“Ini bukan laporan pertama. Tapi kami pastikan ini bukan laporan terakhir,” kata Adi Candra di sela foto bersama jubir KPK.

Di ruang itu, tidak ada janji muluk. Yang ada hanya satu kalimat dari petugas KPK, “Kami terima dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.”

Kalimat itu cukup. Karena bagi warga Lampung Utara, didengar saja sudah jadi kemenangan kecil di tengah rasa kecewa yang bertahun-tahun.

Pesan mereka jelas buat yang merasa nyaman di kursi empuk, Data sudah jalan. Suara sudah sampai. Dan kali ini, jalurnya resmi, bukan gosip.

Gedung Merah Putih itu jauh dari Kotabumi. Tapi hari ini, jarak itu runtuh. Karena ketika masyarakat berani bersuara dan membawa bukti, tidak ada lagi tempat aman untuk bermain-main dengan uang rakyat.
Langkah pertama sudah diambil. Selanjutnya, giliran KPK yang bicara.

Penulis : Davi rcn.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!