Dicecar 6 Pertanyaan Krusial Soal RSU Handayani, Kadinkes Lampung Utara Pilih Bungkam hingga Mediasi

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 17:23 49 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lampung Utara, dr. Hj. Maya Natalia Manan, M.Kes, memilih irit bicara. Pihaknya enggan menjawab terperinci rentetan pertanyaan wartawan terkait polemik pelayanan medis di RSU Handayani.

Iklan

Dinas Kesehatan setempat meminta publik menunggu kepastian data hingga agenda mediasi resmi digelar.

Sebelumnya, jurnalis melayangkan enam poin pertanyaan krusial melalui pesan singkat WhatsApp kepada dr. Hj. Maya Natalia Manan, M.Kes. Rangkaian pertanyaan mendalam tersebut berfokus pada tuntutan transparansi penanganan kasus yang kini sedang menyedot perhatian luas masyarakat.

Adapun poin-poin penting yang dipertanyakan oleh awak media meliputi: Jadwal dan lokasi pasti pelaksanaan mediasi resmi antara Dinkes, RSU Handayani, dan keluarga korban. Status pelaksanaan mediasi, apakah akan digelar secara terbuka atau tertutup bagi media dan masyarakat. Daftar pihak independen yang akan dilibatkan Dinkes untuk menjamin objektivitas hasil mediasi. Metode pengujian keaslian data log time digital IGD (pukul 15.28 WIB) yang saat ini diragukan publik. Rencana pemeriksaan rekaman CCTV UGD guna mencocokkan jam masuk komputer dengan kedatangan fisik korban di lapangan.
Penentuan acuan data utama jika nanti ditemukan perbedaan waktu yang signifikan antara catatan rumah sakit dan kesaksian keluarga.

Iklan Iklan

Polemik ini mencuat setelah sebuah video berdurasi 2 menit 18 detik viral di berbagai platform media sosial sejak pertengahan Agustus 2026. Rekaman video tersebut memperlihatkan suasana histeris di dalam ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Handayani Kotabumi.

Seorang pria yang merupakan keluarga korban meluapkan kemarahan besar atas buruknya penanganan tenaga kesehatan setempat. Kejadian pilu itu dipicu oleh meninggalnya seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun yang merupakan, warga Kecamatan Abung Pekurun.

Korban mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis pada dini hari. Pihak keluarga menduga ada unsur kelalaian dan keterlambatan penanganan karena ruang UGD saat itu nampak minim dokter dan perawat.

Menanggapi berondongan pertanyaan dari media terkait pembuktian waktu pelayanan tersebut, dr. Hj. Maya Natalia Manan, M.Kes, sama sekali tidak memberikan penjelasan teknis seputar substansi masalah. Pihaknya berdalih ingin menjaga keseimbangan informasi agar tidak menimbulkan kesan sepihak kepada publik.

“Waalaikum salam nanti sekalian pada saat mediasi , supaya berimbang, jangan nanti dikatakan hanya sepihak,” ujar Kadinkes Lampung Utara melalui pesan WhatsApp, (18/8/26)

Sikap menunda jawaban dari pucuk pimpinan dinas kesehatan ini membuat kejelasan mengenai validitas data digital pelayanan rumah sakit masih mengambang.

Publik serta keluarga korban kini masih harus menunggu pelaksanaan mediasi untuk mendapatkan jawaban utuh dari pihak-pihak terkait. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!