FKIP Universitas Esa Unggul Perkuat Mutu Akademik Melalui Benchmarking dan Kolaborasi Strategis di Semarang

waktu baca 5 menit
Selasa, 19 Mei 2026 09:32 2 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Esa Unggul terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui berbagai program strategis dan kolaboratif. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah kegiatan benchmarking akademik ke sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan, tata kelola akademik, serta pengembangan institusi yang berkelanjutan.

Kegiatan benchmarking ini dilaksanakan dengan mengunjungi tiga perguruan tinggi ternama di Semarang, yakni Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Muhammadih Semarang (UNIMUS), dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Melalui kegiatan tersebut, FKIP Universitas Esa Unggul berupaya memperluas wawasan akademik, membangun jejaring kerja sama antarinstitusi, sekaligus mempelajari berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Rombongan FKIP Universitas Esa Unggul dipimpin langsung oleh Dekan FKIP, Dr. Harlinda Syofyan, S.Si., M.Pd., didampingi Wakil Dekan Dr. Mujazi, SKM., M.Pd. Turut hadir pula Ketua Program Studi PGSD Dr. Abd Halim, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi PBI Dr. Imam Santosa, S.Pd., M.Pd., serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan, yaitu Dr. Ratnawati Susanto, S.Pd., M.M., M.Pd., Dr. Oktian Fajar Nugroho, S.Pd., M.Pd., Dr. Ezik Firman Syah, S.Pd., M.Pd., Dr. Muhammad Rijal Fadli, S.Pd., M.Pd., Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd., Alberth Supriyanto Manurung, S.Si., M.Pd., Hardianti, S.Pd., M.Pd., Khusnul Fatonah, S.Pd., M.Pd., serta Osi Suhaerani, S.Psi. Kehadiran seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen FKIP Universitas Esa Unggul dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Senin, 18 Mei 2026, hingga Rabu, 20 Mei 2026. Dalam kunjungan ke Universitas Negeri Semarang (UNNES), rombongan FKIP Universitas Esa Unggul berkesempatan melakukan diskusi strategis bersama Prof. Dr. Eko Handoyo, M.Si., Wakil Direktur PPS 2 Sekolah Pascasarjana UNNES. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu penting terkait penguatan tata kelola program pascasarjana, pengembangan kurikulum berbasis inovasi, peningkatan kualitas penelitian, hingga strategi membangun reputasi akademik institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) antara FKIP Universitas Esa Unggul dengan Sekolah Pascasarjana UNNES. Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FKIP Universitas Esa Unggul, Dr. Harlinda Syofyan, S.Si., M.Pd., bersama Direktur Sekolah Pascasarjana UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang strategis, seperti penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi program kolaboratif. Bentuk kerja sama yang direncanakan meliputi penelitian bersama, seminar akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kapasitas akademik di lingkungan kedua institusi.

Benchmarking akademik ini tidak hanya menjadi agenda kunjungan formal, tetapi juga sarana strategis dalam membangun sinergi antarperguruan tinggi guna mendukung implementasi Tridharma Perguruan Tinggi secara lebih optimal. Dalam berbagai sesi diskusi yang berlangsung di masing-masing perguruan tinggi, sejumlah topik penting dibahas secara mendalam dan konstruktif.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah pengelolaan program studi berbasis Outcome Based Education (OBE) yang saat ini menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengembangan pendidikan tinggi. Sistem pembelajaran berbasis OBE dinilai mampu meningkatkan kualitas lulusan karena berorientasi pada capaian pembelajaran dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, penguatan sistem penjaminan mutu internal juga menjadi perhatian utama dalam diskusi. Perguruan tinggi dituntut memiliki sistem evaluasi dan pengawasan akademik yang kuat agar mampu menjaga kualitas pembelajaran, penelitian, serta pelayanan pendidikan secara berkelanjutan. Berbagai strategi peningkatan akreditasi program studi dan institusi juga menjadi bagian penting dari pertukaran pengalaman antarpeserta benchmarking.

Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) turut menjadi topik yang banyak dibahas. Dalam era pendidikan modern, perguruan tinggi perlu menghadirkan sistem pembelajaran yang fleksibel, inovatif, dan mampu memberikan pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa. Oleh karena itu, berbagai strategi pelaksanaan MBKM dibahas, termasuk pengembangan kerja sama industri, program pertukaran mahasiswa, magang, serta pembelajaran lintas disiplin ilmu.

Diskusi berlangsung secara interaktif dan terbuka dengan semangat saling berbagi praktik terbaik (best practices). Para peserta juga bertukar pengalaman terkait pemanfaatan teknologi pendidikan, pengembangan media pembelajaran inovatif, serta penerapan pembelajaran digital yang semakin relevan di era transformasi teknologi saat ini.

Tidak hanya membahas aspek akademik, benchmarking ini juga menyoroti pentingnya penguatan laboratorium microteaching sebagai fasilitas utama dalam mencetak calon guru profesional. FKIP Universitas Esa Unggul memandang bahwa laboratorium microteaching memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan pedagogik mahasiswa, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan mengajar, hingga evaluasi proses pembelajaran secara efektif.

Selain itu, pengembangan riset dosen dan mahasiswa juga menjadi fokus utama dalam kegiatan benchmarking ini. Berbagai strategi peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah dibahas secara komprehensif, termasuk upaya memperluas kolaborasi penelitian lintas perguruan tinggi. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sekaligus meningkatkan kontribusi institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi pendidikan.

Kegiatan benchmarking ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FKIP Universitas Esa Unggul dengan perguruan tinggi mitra di Semarang. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata, seperti seminar nasional dan internasional, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman.

Dekan FKIP Universitas Esa Unggul, Dr. Harlinda Syofyan, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa benchmarking merupakan bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi perlu terus belajar, beradaptasi, dan membangun kolaborasi agar mampu menghadirkan pendidikan berkualitas di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Sementara itu, Wakil Dekan FKIP Universitas Esa Unggul, Dr. Mujazi, SKM., M.Pd., menambahkan bahwa hasil benchmarking diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam bentuk kebijakan strategis di lingkungan fakultas. Implementasi tersebut mencakup peningkatan mutu akademik, penguatan layanan pendidikan, serta pengembangan budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif.

Melalui kegiatan benchmarking ini, FKIP Universitas Esa Unggul kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu, memperkuat jejaring kerja sama, dan mendorong inovasi berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, FKIP Universitas Esa Unggul optimistis dapat terus menghadirkan pendidikan berkualitas guna mencetak tenaga pendidik yang profesional, kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!