Panen Raya Jagung Bumdes Karya Sentosa: Bukti Sinergi TNI dan Desa Jaga Ketahanan Pangan

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 23:00 1 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Di bawah langit biru Desa Bangunsari, Kecamatan Abung Surakarta, puluhan tangan mengangkat tongkol jagung tinggi-tinggi. Tawa dan sorak gembira pecah saat spanduk merah putih bertuliskan “Panen Raya Jagung Program Ketahanan Pangan Bumdes Karya Sentosa” berkibar di belakang mereka.

Itu bukan sekadar panen. Itu bukti bahwa program ketahanan pangan di tingkat desa bisa berjalan ketika semua pihak bergerak bersama.

Senin pagi, 18 Mei 2026, Bumdes Karya Sentosa Desa Bangunsari menggelar panen raya jagung. Hadir mendampingi warga dan pengurus Bumdes, Babinsa Koramil setempat Koptu Suprianto. Kehadirannya bukan formalitas. Sejak awal penanaman, ia rutin turun ke lahan, memastikan pendampingan berjalan.

“Ini hasil kerja keras kelompok tani dan Bumdes. TNI hadir untuk mendampingi agar program ketahanan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Koptu Suprianto di sela panen.

Bumdes Karya Sentosa menjadikan program ketahanan pangan sebagai salah satu pilar usahanya. Jagung dipilih karena cocok dengan kondisi tanah dan pasarnya jelas. Hasil panen kali ini akan dikelola Bumdes untuk dijual, sebagian keuntungan diputar kembali untuk modal tanam berikutnya.

Model ini membuat warga tidak hanya jadi pekerja, tapi juga pemilik, keuntungan kembali ke desa, digunakan untuk pengembangan usaha dan kegiatan sosial.

Program ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional. Di tingkat desa, ketahanan pangan berarti memastikan ada produksi lokal yang bisa mencukupi kebutuhan warga dan menghasilkan surplus untuk dijual.

Panen raya jagung di Desa Bangunsari menjadi contoh kecil tapi nyata, ketika Bumdes, warga, dan aparat desa seperti Babinsa bersinergi, lahan tidur bisa jadi lumbung pangan.

Koordinat lokasi yang terekam pada 18 Mei 2026 pukul 09.46 wib menunjukkan kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat. Warga membawa hasil panen dengan bangga, sebagian bahkan mengacungkan jempol sebagai tanda kepuasan.

Panen raya ini bukan akhir. Ia jadi pemantik semangat untuk musim tanam berikutnya.
Bagi warga Desa Bangunsari, panen ini bukan hanya soal jagung, ini soal kepercayaan diri bahwa desa mampu mandiri pangan dan mengelola ekonominya sendiri.

“Kalau desa kuat, kabupaten juga kuat,” kata Koptu Suprianto sambil ikut mengangkat tongkol jagung bersama warga.

Di Desa Bangunsari, ketahanan pangan tak lagi jadi wacana, ia tumbuh di ladang, dipanen bersama, dan dijaga bersama. (Davi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!