Proyek SPAM Di Abung Surakarta, Keluhan Warga Ditampung, Perbaikan On Progress

waktu baca 3 menit
Senin, 18 Mei 2026 16:50 2 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Air bersih itu kebutuhan dasar. Karena itu, setiap proyek SPAM selalu ditunggu warga. Termasuk di Desa Karya Sakti dan Desa Purba Sakti, Kecamatan Abung Surakarta, yang baru saja menerima perluasan Sistem Penyediaan Air Minum senilai Rp910 juta dari Dana Alokasi Khusus 2025.

Setelah pekerjaan selesai, beberapa warga menyampaikan catatan terkait jaringan dan fasilitas pendukung. Catatan ini langsung direspons Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Penataan Ruang Lampung Utara.

Pelaksana Tugas Kadis Disperkimciptaru Lampung Utara, Dirgantara, menegaskan bahwa proyek masih dalam masa pemeliharaan. Artinya, kontraktor masih bertanggung jawab penuh jika ditemukan kendala di lapangan.

“Kalau memang ada kendala atau kerusakan, silakan dilaporkan melalui desa atau kecamatan. Kami akan tindaklanjuti bersama kontraktor,” ujar Dirgantara saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).

Menurut Dirgantara, proyek SPAM saat ini masih berada dalam masa retensi, pada periode ini, setiap kerusakan seperti kebocoran pipa atau kendala mesin menjadi tanggung jawab kontraktor untuk diperbaiki tanpa biaya tambahan dari masyarakat.

“Masih tahap pemeliharaan, jadi kontraktor wajib memperbaiki jika ada kerusakan. Masyarakat jangan khawatir untuk tetap menggunakan fasilitas itu,” jelasnya.

Pemantauan rutin juga dilakukan tim teknis Disperkimciptaru untuk memastikan fungsi SPAM berjalan optimal hingga masa retensi selesai pada Juli mendatang.

Agar manfaat SPAM bisa bertahan lama, Disperkimciptaru meminta pemerintah desa segera membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM inilah yang nantinya mengelola operasional setelah masa retensi berakhir.

Tugas KSM sederhana tapi penting, mengatur jadwal pemakaian air, menarik iuran warga, dan mengalokasikannya untuk kebutuhan operasional seperti token listrik, perawatan mesin, dan pemeliharaan jaringan.

“Iuran itu bukan untuk kepentingan lain, tapi murni biaya pemeliharaan setelah masa retensi habis,” tegas Dirgantara.

Setiap sambungan rumah juga sudah dipasang meteran air, dengan sistem ini, pemakaian air bisa dihitung rinci sehingga besaran iuran bulanan lebih adil dan transparan.

Proyek di Karya Sakti dan Purba Sakti merupakan dua dari tujuh paket SPAM yang dibangun di Lampung Utara tahun ini. Total anggaran mencapai Rp6,5 miliar dari DAK 2025, dengan target memperluas akses air bersih bagi warga desa yang selama ini mengandalkan sumber air terbatas.

Bagi Dirgantara, keberhasilan proyek tidak berhenti di serah terima. Yang utama adalah memastikan air mengalir lancar, fasilitas terawat, dan masyarakat ikut terlibat dalam menjaga.

“Komunikasi dengan desa dan kecamatan harus terus berjalan, jika ada kendala, sampaikan, kita selesaikan bersama,” tutupnya.

Kini bola ada di tangan desa dan warga. Dengan pengawasan aktif dan pengelolaan KSM yang tertib, SPAM Karya Sakti dan Purba Sakti diharapkan menjadi contoh pengelolaan air bersih desa yang berkelanjutan di Lampung Utara. (Davi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!