Aldo Davinsi: Di Antara Secangkir Kopi dan Cita-Cita yang Belum Selesai

waktu baca 3 menit
Senin, 18 Mei 2026 16:51 26 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Sore itu, lampu gantung anyaman rotan memancarkan cahaya hangat di sebuah kafe bernuansa kayu. Di balik meja, seorang pemuda duduk santai dengan kaus hitam bergambar grafiti merah, memegang segelas es kopi. Di hadapabnya, tanaman hias kecil di vas putih seolah ikut mendengarkan. Senin (18/5/2026)

Namanya R. Aldo Davinsi, S.H, asalnya dari Lampung Utara. Wajahnya mungkin sudah tak asing bagi sebagian orang di Lampura. Dulu ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang vokal, kini ia memilih duduk tenang sambil menyelesaikan kuliah S2 Magister Hukum di Universitas Nasional Jakarta.

Foto itu sederhana. Tapi di baliknya, ada cerita tentang pilihan yang jarang orang mau ambil, sengaja melajang, demi menyelesaikan pendidikan.

Lampura ke Jakarta, Bukan untuk Cari Nama

Aldo bukan tipe pemuda yang mengejar panggung, Ia pernah berada di sana, bersuara untuk daerahnya. Tapi setelah hiruk pikuk itu reda, ia sadar ada satu hal yang belum ia tuntaskan untuk dirinya sendiri, yaitu ilmu.

“Saya memilih kuliah S2 bukan karena gengsi, tapi karena saya merasa masih banyak hal di Lampung Utara yang butuh diselesaikan dengan kepala dingin dan dasar hukum yang kuat,” ujarnya suatu kali.

Di Jakarta, ia bukan mahasiswa yang hanya datang, absen lalu pulang, Ia membawa nama Lampura di setiap diskusi kelas. Setiap kasus hukum yang dibahas, ia kaitkan dengan kondisi desa-desa di kampung halamannya. Jalan rusak, akses pendidikan, tata kelola anggaran – semua jadi bahan refleksi.

Melajang Bukan Karena Tak Ada Pilihan

Usia Aldo sudah matang. Postur tinggi, wajah tegas, senyum yang tak dibuat-buat. Di Lampura, tak sedikit yang berta, kapan menikah?

Jawabannya selalu sama, pelan tapi pasti, “Belum waktunya.” ucapnya tersipu

Bukan karena ia tak punya calon, tapi karena ia merasa belum bisa memberi lebih dari sekadar status. Bagi Aldo, menikah bukan sekadar acara, ia ingin datang ke pernikahannya sendiri dengan bekal yang cukup ilmu, kemapanan, dan kesiapan mental untuk membangun keluarga.

“Pendidikan ini bukan untuk saya sendiri ini untuk bekal pulang nanti. Biar kalau pulang ke Lampura, saya tidak hanya membawa semangat, tapi juga kapasitas,” imbuhnya dengan penuh harapan

Secangkir Kopi di Sela Bab Skripsi

Foto itu diambil di sela kesibukannya kafe itu jadi tempat pelarian singkat dari tumpukan jurnal dan draft tesis. Di meja, es kopi yang belum habis di tangannya, ponsel yang kadang bergetar – pesan dari teman di Lampura yang masih menanyakan perkembangan pembangunan desa.

Aldo tertawa kecil saat ditanya soal status lajangnya. “Orang lain sibuk cari pasangan. Saya sibuk cari referensi jurnal,” katanya sambil mengaduk kopinya.

Tapi di balik candaan itu, ada keseriusan ia percaya, setiap fase hidup punya prioritas. Dan sekarang, prioritasnya adalah menyelesaikan study. Setelah itu, baru bicara soal rumah tangga.

Pulang dengan Kepala Tegak

Aldo tahu, waktu tak menunggu, tapi ia juga tahu, keputusan yang terburu-buru sering kali meninggalkan penyesalan.

Ia ingin pulang ke Lampung Utara bukan sebagai “mantan aktivis” yang suaranya berhenti di media sosial. Ia ingin pulang dengan gelar, dengan pengetahuan, dan dengan rencana nyata yang bisa dieksekusi.

“Kalau nanti jodoh datang, saya ingin dia datang ke hidup saya saat saya sudah siap. Bukan saat saya masih berantakan,” ujarnya.

Di kafe itu, Sore berganti malam, Lampu rotan masih menyala hangat, Aldo menghabiskan sisa kopinya, merapikan catatan, dan bersiap pulang ke kos. Besok ada kelas lagi. Besok ada satu bab skripsi lagi yang harus diselesaikan.

Karena baginya, menunda menikah bukan berarti menunda hidup, itu justru cara ia memastikan, ketika waktunya tiba, ia datang dengan versi terbaik dari dirinya.

Dan mungkin, itulah bentuk cinta paling jujur yang bisa ia berikan – bukan hanya pada seseorang, tapi juga pada masa depan Lampung Utara.

“Sabar Ya sayang. Tunggu Abang Pulang”, cetusnya sembari beranjak.

Penulis: Davi Rcn.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!