RadarCyberNusantara.Id | Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pemuda didorong tampil sebagai motor penggerak yang membawa gagasan, solusi, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Provinsi Lampung, Darmawan S.H.,M.H., dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.
Menurutnya, peringatan Harkitnas bukan hanya sebatas mengenang lahirnya Boedi Oetomo pada 1908, melainkan menjadi momentum refleksi dan kebangkitan seluruh elemen bangsa, terutama kalangan pemuda.
Darmawan menegaskan semangat kebangkitan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata dan tidak berhenti sebatas seremoni. Generasi muda, kata dia, harus berani mengambil peran di tengah dinamika dan tantangan yang terus berkembang.
“Semangat kebangkitan harus dimaknai sebagai ajakan untuk tidak berdiam diri di tengah berbagai tantangan zaman,” tegas Darmawan, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, Indonesia tidak akan tumbuh menjadi bangsa besar jika generasi mudanya hanya menyaksikan perjalanan sejarah tanpa terlibat aktif di dalamnya. Nilai yang diwariskan Hari Kebangkitan Nasional, lanjut dia, adalah semangat untuk bergerak bersama, memperkuat persatuan, dan menghadirkan solusi bagi umat serta bangsa.
Ia menilai pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan perubahan sosial yang berpijak pada nilai-nilai keislaman dan semangat kebangsaan. Karena itu, DPD PWRI Lampung terus mendorong berbagai program pemerintah dibidang sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai upaya mencetak kader muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“ Kita hidup di era yang penuh disrupsi. Pemuda hari ini harus cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan kuat secara sosial. Itulah wajah kebangkitan yang sesungguhnya,” ungkap Darmawan.
Darmawan juga mengajak generasi muda, khususnya di Kota Bandar Lampung dan wilayah Provinsi Lampung secara umum, agar tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.
Menurutnya, pemuda perlu hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya menjadi pengamat. Ia menilai sudah waktunya generasi muda keluar dari zona nyaman dan mulai masuk ke ruang-ruang kontribusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Inilah saatnya pemuda bangkit, menjadi penggerak, bukan sekadar pengikut,” tandas Darmawan.
Ia menambahkan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini harus menjadi pengingat bahwa semangat kolektif, solidaritas, serta keberanian melakukan perubahan merupakan fondasi utama untuk membangun Indonesia yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat.
“Bangkit bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa. Itulah makna kebangkitan sejati,” ucapnya.
Khusus kepada para jurnalis yang tergabung dalam wadah PWRI dan wartawan di seluruh Indonesia, Darmawan mengingatkan agar Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum memperkuat komitmen pada jurnalisme yang bertanggung jawab.
“Wartawan adalah bagian dari penjaga demokrasi. Tugas kita memastikan publik mendapat informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Jangan biarkan kecepatan mengorbankan kebenaran,” katanya.
Ia menekankan, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan harus tetap berpegang pada prinsip verifikasi, independensi, dan keberanian menyuarakan fakta.
“Masa lalu adalah pelajaran, masa kini adalah perjuangan, dan masa depan adalah harapan. Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026. Ayo Wartawan dan anak muda, ambil peranmu.” Pungkas Darmawan. | Pnr.
Tidak ada komentar