RadarCyberNusantara.Id | – Warna biru poster itu seolah merayakan sesuatu yang besar. “SELAMAT & SUKSES” tertulis tebal, diapit confetti emas dan logo FLS3N 2026. Di bawahnya, tujuh foto siswa tersenyum dengan piala dan sertifikat di tangan.
Itu adalah potret kebanggaan SMPN 2 Tulang Bawang Barat hari ini.
Dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2026, sekolah ini membuktikan bahwa kreativitas siswa tidak hanya hidup, tapi menang.
Dari panggung menulis hingga gerak tari, siswa SMPN 2 Tubaba tampil dominan:
Juara 1 Menulis Cerita – Pena siswa SMPN 2 Tubaba berhasil menaklukkan juri dengan kisah yang kuat dan menyentuh.
Juara 1 & 2 Ansambel Campuran – Dua tim sekaligus naik podium. Bukti kekompakan dan latihan panjang yang tak sia-sia.
Juara 2 Menyanyi Solo – Suara merdu yang membuat Tubaba bertepuk tangan.
Juara 2 Ilustrasi – Goresan tangan siswa mampu mengubah imajinasi jadi gambar yang memukau.
Juara 2 Mendongeng – Cerita tradisional hidup kembali lewat suara dan ekspresi siswa.
Juara 2 Tari Kreasi – Gerak dan kostum menyatu, mempersembahkan budaya dalam balutan modern.
Juara 3 Phantomim – Ekspresi tanpa kata, tapi pesannya sampai ke hati juri dan penonton.
Tujuh kategori berbeda, tujuh kelompok siswa berbeda. Tapi satu semangat, membawa nama SMPN 2 Tubaba di panggung kabupaten.
Di balik foto-foto kemenangan itu, ada ruang kelas yang sore harinya berubah jadi studio tari, ada sudut sekolah yang jadi tempat latihan vokal, ada guru pembina yang rela pulang terlambat demi mengoreksi satu paragraf cerita.
Pelaksana Tugas Kepala SMPN 2 Tulang Bawang Barat, Dewi Sartika, mengatakan prestasi ini adalah hasil kerja kolektif antara siswa, guru pembina, dan dukungan orang tua.
“Kami bersyukur atas capaian anak-anak. Ini bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang proses mereka berani mencoba, berlatih, dan menjaga integritas dalam berkarya. SMPN 2 Tubaba akan terus berkomitmen menjadi ruang yang aman dan suportif bagi setiap potensi siswa,” ujar Dewi Sartika.
FLS3N bukan sekadar lomba, ia adalah ruang pembuktian bahwa sekolah negeri di daerah juga mampu melahirkan talenta seni dan sastra yang bersaing.
Kepala sekolah, guru, dan orang tua tentu punya alasan untuk bangga. Karena prestasi ini bukan hanya tentang piala, ini tentang kepercayaan diri siswa yang tumbuh, tentang orang tua yang melihat anaknya dihargai, dan tentang publik yang melihat Tubaba punya wajah kreatif.
Prestasi SMPN 2 Tubaba di FLS3N 2026 adalah pengingat, seni dan sastra adalah bagian penting dari pendidikan. Di tengah gempuran digital dan akademik yang padat, anak-anak ini menunjukkan bahwa menulis, menyanyi, menari, dan mendongeng masih punya tempat.
Dan ketika anak-anak menang, yang menang sebenarnya adalah seluruh Tubaba.
Hari ini mereka juara kabupaten. Besok, siapa tahu, mereka yang akan membawa nama Tulang Bawang Barat ke tingkat provinsi bahkan nasional.
Selamat untuk seluruh juara. Terima kasih sudah membuat sekolah, orang tua, dan daerah merasa bangga.
Penulis : Davi rcn.id
Dilihat: 1
Rekomendasi
Tidak ada komentar