Proyek P3TGAI Semuli Raya: Ketika Saluran Irigasi Mangkrak di Tengah Janji Swasembada Pangan

waktu baca 3 menit
Kamis, 14 Mei 2026 12:54 2 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dirancang pemerintah pusat untuk memperkuat jaringan irigasi tersier. Tujuannya jelas, memastikan air sampai ke sawah petani agar produksi padi meningkat dan target swasembada pangan tercapai. Kamis (14/5/2026).

Namun di Dusun 6, Desa Semuli Raya, Kecamatan Abung Semuli, Lampung Utara, janji itu belum terasa.

Proyek tersebut dikerjakan sejak November 2025. Namun hingga Mei 2026, bangunan irigasi belum selesai dan belum berfungsi dengan maksimal.

Pantauan di lokasi, Rabu (13/5/2026), menunjukkan saluran beton dalam kondisi kering, ditumbuhi rumput tinggi, dan tidak mengalirkan air. Dokumentasi foto memperlihatkan sambungan antarbalok tidak sejajar, terdapat celah lebar, permukaan beton kasar, serta nat yang dinilai terlalu tipis. Di beberapa titik, tanaman liar tumbuh di celah sambungan. Penutup atas atau “topi” irigasi juga belum terpasang di sejumlah bagian.

Kondisi ini memunculkan dugaan di masyarakat bahwa pekerjaan dilakukan tidak sesuai standar.

“Pekerjaannya diduga asal jadi. Tak rapi dan banyak yang sudah rusak. Sambungan atau nat antar beton tipis,” keluh seorang warga yang enggan disebut namanya.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Kelompok Tani Masyarakat (KTM) 1 Desa Semuli Raya yang diketuai Andi. Namun, menurut warga dan ketua kelompok, peran kelompok hanya sebatas pekerja lapangan.

“Kelompok hanya pasang nama saja. Kelompok hanya mendapat upah harian. Pak Zainal dan Pak Alam orang dari balai yang ngatur,” kata Andi saat dikonfirmasi di kediamannya, Rabu (13/5/2026).

Soal anggaran dan teknis pelaksanaan, Andi mengaku tidak mengetahui detailnya. Ia menjelaskan semua mekanisme pekerjaan, termasuk pembelian material, diatur langsung oleh oknum dari pihak balai.

Kondisi yang mangkrak selama hampir enam bulan ini memunculkan kekhawatiran di kalangan petani. Jika bangunan tidak selesai dan kualitasnya rendah, distribusi air saat musim tanam dikhawatirkan terhambat. Bagi petani sawah di Dusun 6, saluran irigasi bukan sekadar bangunan beton, tapi penentu hasil panen.

Warga pun mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera memeriksa pekerjaan tersebut.

“APH dan Kejaksaan harus ikut andil. Ini proyek negara, uang negara untuk kesejahteraan petani. Program pemerintah untuk mendukung swasembada pangan. Ini proyek strategis untuk masyarakat petani padi,” tegas warga.

Program P3TGAI sendiri merupakan program strategis Kementerian PUPR. Nilai dan mekanisme anggaran proyek umumnya dikelola melalui balai wilayah sungai yang ditunjuk, dengan kelompok tani sebagai pelaksana di lapangan. Jika pengawasan dan kualitas pekerjaan lemah, tujuan besar ketahanan pangan nasional bisa terhambat di tingkat paling dasar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari oknum pihak balai yang disebut oleh ketua kelompok. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk mendapatkan penjelasan terkait progres, anggaran, dan kendala yang menyebabkan pekerjaan belum selesai selama hampir enam bulan. (Davi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!