RadarCyberNusantara.Id | Kebijakan efisiensi anggaran yang digembar-gemborkan pemerintah pusat sepertinya belum sampai ke Dinas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Pesawaran.
Data Anggaran Swakelola 2025 mencatat, dari total Rp1,2 miliar untuk 58 paket kegiatan, sebanyak 39 paket justru dialokasikan untuk perjalanan dinas senilai Rp680 juta lebih. Artinya, 56% anggaran habis untuk pos yang dampaknya jarang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Angka itu memicu kecurigaan. Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih dan minimnya pembangunan, publik bertanya, seperti inikah wajah efisiensi di tubuh Bapenda Pesawaran?
Jika belanja perjalanan dinas mendominasi, maka logika pemangkasan belanja tidak produktif itu gugur dengan sendirinya.
Di ruang publik Pesawaran, istilah “menggerogoti uang rakyat” kembali mencuat dan menjadi perbincangan.
Bagi sebagian orang, praktik manipulasi anggaran perjalanan dinas masuk dalam kategori penyalahgunaan wewenang yang merugikan negara. Ketika anggaran besar hanya berputar di pos perjalanan, maka yang dikorbankan adalah program-program yang seharusnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Tim media sudah mencoba mengonfirmasi langsung ke Kepala Bapenda Pesawaran, Evans Saggita. Namun saat didatangi ke kantor, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
“Maaf pak, Pak Kaban sedang Dinas Luar dan belum kembali ke kantor,” ujar anggota Pol PP yang berjaga di loket.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Bapenda Pesawaran. Redaksi tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Pers. l Budi
Tidak ada komentar