85 Kepala Sekolah Satukan Langkah di Raker MKKS SMP Lampung Utara

waktu baca 3 menit
Rabu, 20 Mei 2026 17:32 14 Admin RCN

RadarCyberNusantara.Id | Spanduk biru bertuliskan “Sinergitas Profesionalisme Kepala Sekolah Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas” terbentang megah di aula SMPN 1 Abung Semuli. Di balik meja panjang berlapis taplak kuning, deretan pejabat Dinas Pendidikan duduk berdampingan. Di depan mereka, 85 kepala SMP Negeri dan Swasta se-Lampung Utara mengikuti dengan serius.

Rapat Kerja MKKS SMP Kabupaten Lampung Utara, Rabu 20 Mei 2026, dibuka dengan suasana yang tak sekadar seremonial. Ketua MKKS SMP Lampung Utara Zulkarnain Rakhman, S.Ag,. berdiri memegang mikrofon, memimpin forum yang jadi ajang pematangan agenda akhir tahun pelajaran.

Agenda utamanya jelas dan praktis, persiapan Asesmen Akhir Semester Genap dan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB. Dua hal yang langsung menyentuh kerja kepala sekolah di lapangan.

“Forum ini bukan sekadar rutinitas. Ini ruang menyamakan persepsi agar langkah kita selaras. Tema hari ini harus jadi komitmen bersama, bukan hanya tulisan di spanduk,” ujar Zulkarnain dari atas podium.

Hadir langsung Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara Hi. Sukatno, bersama Kabid GTK Maryudi dan Kabid Pembinaan SMP yang baru, Syahrir Efendi. Kehadiran Kabid baru jadi momen perkenalan sekaligus membangun chemistry dengan 85 kepala sekolah yang hadir.

Sukatno dalam arahannya menekankan bahwa mutu pendidikan tidak bisa lahir dari kebijakan satu arah. Butuh kepala sekolah yang aktif, profesional, dan mau berkolaborasi.

Yang membuat suasana rapat sore itu terasa hangat adalah penutupnya, MKKS memberikan cinderamata kepada kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas. Tepuk tangan panjang dan senyum haru jadi penanda penghormatan atas dedikasi puluhan tahun mereka di dunia pendidikan.

Dari aula SMPN 1 Abung Semuli, pesan yang dibawa pulang 85 kepala sekolah itu sederhana, persiapan teknis penting, tapi semangat kebersamaan jauh lebih menentukan arah pendidikan Lampung Utara ke depan.

*Opini: Raker Seperti Ini Perlu Dirawat, Bukan Sekadar Jadi Agenda Tahunan*

Raker MKKS kali ini menunjukkan satu hal penting, ketika kepala sekolah diberi ruang untuk berdiskusi dan menyamakan langkah, hasilnya lebih dari sekadar dokumen persiapan. Ada energi kolektif yang lahir dari forum seperti ini.

Sayangnya, kegiatan semacam ini sering berhenti di ruang aula. Agar dampaknya nyata, ada tiga hal yang perlu dikawal ke depan:

Konsistensi tindak lanjut – Hasil rapat soal AAS dan SPMB harus turun jadi panduan praktis di tiap sekolah, bukan disimpan di folder laporan.

Ruang berbagi praktik baik – MKKS bisa jadi wadah berbagi inovasi. Sekolah yang berhasil tingkatkan mutu, bisa jadi rujukan sekolah lain.

Keterlibatan berkelanjutan – Kehadiran Kabid baru jangan berhenti di perkenalan. Butuh komunikasi rutin agar kebijakan dan kebutuhan lapangan saling nyambung.

Jika 85 kepala sekolah ini terus bergerak bersama, tema “Sinergitas Profesionalisme” tidak akan jadi slogan. Ia akan jadi wajah baru pendidikan SMP di Lampung Utara yang lebih solid dan berdaya saing.

Penulis : Davi rcn.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!