Potret Miris HUT ke-81 RI: Bapak Supri di Penagan Ratu Bertahan di Gubuk Nyaris Ambruk

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Agu 2026 16:19 5 Admin Elsa

RadarCyberNusantara.Id | – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di mana-mana. Bendera berkibar, upacara digelar, pidato kemerdekaan menggema. Senin (17/8/2026)

Tapi di Desa Penagan Ratu, Dusun 9 Dorowati, Kecamatan Abung Timur, kemerdekaan itu terasa jauh.

Di sanalah Bapak Supri tinggal. Bertahan di sebuah gubuk kayu yang nyaris ambruk. Dindingnya papan tua yang renggang dan bolong. Atapnya tambal sulam genteng pecah, seng karatan, dan terpal hitam. Lantainya tanah merah yang retak saat panas.

Dari foto yang diterima redaksi, rumah itu bahkan tak bisa melindungi dari hujan dan angin. Pakaian dijemur di luar karena di dalam terlalu pengap dan sempit. Di sudut halaman, tampak gubuk kecil dari terpal dan karung yang diduga jadi tempat MCK darurat.

Iklan

Kemiskinan ekstrem ini akhirnya mendapat perhatian. Pemda Lampung Utara melalui Dinas Sosial turun ke lokasi memberikan bantuan sosial berupa sembako.

Pemda juga berjanji mengusulkan keluarga Bapak Supri untuk mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu, Pemda akan mendorong agar Bapak Supri mendapat bantuan ATENSI berupa dukungan permodalan, agar bisa berdiri mandiri.

Bantuan itu patut diapresiasi. Namun muncul pertanyaan besar: kemana peran pemerintah selama ini?

Pemerintah Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten. Apakah data warga semiskin ini baru terlihat setelah diekspos?

Bisa jadi, kasus Bapak Supri hanya satu dari sekian banyak yang belum tersentuh. Yang belum viral. Yang masih diam di ujung dusun tanpa suara.

Karena yang mereka butuhkan bukan hanya sembako. Mereka butuh uluran tangan. Mereka butuh rumah layak huni, bukan gubuk yang mengkhawatirkan. Mereka butuh tempat buang air besar yang sehat dan nyaman. Mereka butuh pekerjaan dan modal usaha untuk menyambung hidup dengan martabat.

Di usia ke-81 tahun Indonesia, seharusnya tidak ada lagi rakyat yang merayakan kemerdekaan di dalam kemiskinan.

Kini janji RTLH dan ATENSI dari Pemda Lampura jadi harapan terakhir Bapak Supri. Semoga tahun depan, ia bisa mengibarkan Merah Putih dari teras rumah yang benar-benar layak. (Dv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Dapatkan Berita Pilihan Di Whatsapp Untuk Anda.

 

X
error: Content is protected !!