RadarCyberNusantara.Id | – Memasuki 1 Muharram 1448 H, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico memilih menyampaikan pesan yang sederhana. Nggak panjang, nggak berbelit. “Hijrah adalah Ilmu, Budaya, & Karakter untuk Masa Depan.”
Tiga kata itu sengaja dia jadikan pengingat di awal tahun Hijriah. Bagi Thomas, hijrah bukan hanya peristiwa sejarah. Tapi proses yang harus terjadi setiap hari di ruang kelas, di sanggar seni, dan di rumah.
“Tahun baru bukan sekadar pergantian waktu. Ini tentang memperbaiki diri, memperkuat ilmu, melestarikan budaya, dan membangun karakter generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” tulisnya.
Kalau hijrah Nabi Muhammad SAW dulu dari Makkah ke Madinah, maka “hijrah” versi Thomas terjadi saat anak mau berubah dari malas jadi rajin, dari mencontek jadi jujur, dari lupa budaya jadi bangga pakai siger.
Ilmu jadi bekal agar anak Lampung siap bersaing. Budaya jadi jangkar supaya mereka nggak tercerabut dari akar saat merantau. Karakter jadi kompas agar kepintaran dan kemampuan mereka dipakai untuk hal baik.
Tiga pilar itu terlihat jelas dari visual yang dia unggah. Satu sisi ada siswa menunduk tekun di meja belajar. Sisi lain ada penari Lampung bermahkota siger. Dua dunia yang Thomas minta berjalan beriringan.
Yang membuat pesan Thomas gampang nyampe adalah bahasanya. Nggak pakai istilah birokrasi seperti implementasi, akselerasi, atau sinergi.
Dia pakai kata “kita”, bukan “kalian harus”. Dia tutup dengan doa, bukan instruksi.
“Semoga di tahun baru Islam ini, kita semua diberikan kekuatan untuk terus belajar, menjaga warisan budaya, dan membentuk karakter yang jadi bekal masa depan anak-anak Lampung,” tulisnya.
Nada itu yang membuat pesannya banyak di-share guru dan orang tua. Karena yang disampaikan memang keresahan dasar, anak kita harus cerdas, tapi juga berakhlak dan ingat dari mana dia berasal.
Di akhir pesannya, Thomas nggak menunjuk siapa-siapa. Dia ajak “kita semua” untuk memperbaiki diri. Termasuk dirinya sebagai Kadis.
Mungkin itu kunci kenapa gayanya diterima. Dia nggak merasa paling benar. Dia ngajak jalan bareng. Dari pejabat sampai siswa, semua sama-sama belajar hijrah.
1 Muharram 1448 H jadi pengingat. Perubahan besar di Lampung dimulai dari perubahan kecil, rajin belajar, jaga budaya, bentuk karakter.
Tiga kata. Satu harapan. Untuk pendidikan Lampung yang lebih baik.
Penulis: Davi
Tidak ada komentar